Berita
Tetap terinformasi dengan tren kripto terbaru melalui liputan mendalam dari para ahli kami.

Kilat
12:39
Rekap Malam On-chain: Dana Leverage Tinggi Kembali Mengalir ke BTC, Perbedaan Sentimen Tetap BerlanjutBlockBeats News, 13 Januari, menurut pemantauan Hyperinsight, tren redistribusi whale panas hari ini dari pukul 10:00 hingga 20:00 adalah sebagai berikut: Kubu Bullish: Whale "Strategy Opponent" menutup posisi long SOL, memperoleh keuntungan sebesar $700.000. Whale "Flash Reversal" memulai kembali posisi long pada BTC dengan leverage 20x, sebanyak 310,29 BTC. Whale dengan "100% Win Rate in ETH Opponent" menambah posisi long BTC sekitar $14,8 juta, dengan total posisi sebesar $26,3 juta. Kubu Bearish: Seorang whale melakukan short pada BTC, ETH, dan SOL dengan leverage 20x, dengan total posisi sebesar $140 juta. Whale "20 Million Swing Trader" mengurangi posisi short pada BTC dan PUMP, serta membuka posisi long pada ZEC.
12:36
Analisis: Independensi Federal Reserve terguncang, dunia bisnis tetap diam sehingga menimbulkan perhatianBlockBeats melaporkan, pada 13 Januari, di tengah latar belakang pemerintahan Trump yang meluncurkan penyelidikan yudisial terhadap Ketua Federal Reserve Powell, independensi Federal Reserve menghadapi tantangan serius. Namun, meskipun konsensus tradisional menganggap independensi bank sentral sebagai fondasi ekonomi maju, dunia bisnis Amerika justru menunjukkan ketenangan yang luar biasa terhadap hal ini. Menurut pengungkapan, Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah mengirimkan surat panggilan penyelidikan pidana kepada Powell terkait biaya renovasi kantor pusat Federal Reserve. Powell dengan tegas menanggapi bahwa penyelidikan tersebut bukan terkait kesaksian atau proyek itu sendiri, melainkan karena Federal Reserve tidak menyesuaikan kebijakan suku bunga sesuai preferensi presiden, yang merupakan "ancaman terhadap pengambilan keputusan independen bank sentral". Walaupun insiden ini sempat memicu fluktuasi pasar dalam waktu singkat, perusahaan besar, organisasi industri, dan CEO hampir secara kolektif bungkam di depan umum. Pendiri Yale CEO Leadership Institute, Jeffrey Sonnenfeld, menunjukkan bahwa survei internal menunjukkan 71% CEO percaya pemerintahan Trump sedang mengikis independensi Federal Reserve, 80% percaya tekanan untuk menurunkan suku bunga tidak sesuai dengan kepentingan keseluruhan Amerika Serikat, namun mereka umumnya khawatir akan pembalasan politik jika berbicara secara terbuka. Analisis menunjukkan, di balik keheningan dunia bisnis terdapat kekhawatiran nyata terhadap "pembalasan yang ditargetkan", serta ketergantungan dan spekulasi terhadap lingkungan suku bunga rendah. Beberapa eksekutif perusahaan memilih mempengaruhi kebijakan melalui komunikasi pribadi, sementara yang lain bertaruh bahwa Trump pada akhirnya akan "mundur di saat-saat genting (TACO)" dari tindakan radikalnya. Beberapa akademisi menunjukkan bahwa kewaspadaan pasar terhadap intervensi politik terhadap bank sentral semakin menurun, sebagian kalangan bisnis dan Wall Street bahkan setuju dengan intuisi Trump. Sikap ini mungkin menandakan bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat sedang memasuki tahap baru yang lebih bernuansa politik.
12:36
Analisis: Independensi Federal Reserve Diuji, Diamnya Komunitas Bisnis Menimbulkan KekhawatiranBlockBeats News, 13 Januari: Dengan latar belakang pemerintahan Trump yang meluncurkan penyelidikan yudisial terhadap Ketua Federal Reserve Powell, independensi Federal Reserve menghadapi tantangan serius. Namun, meskipun ada konsensus tradisional bahwa independensi bank sentral adalah landasan ekonomi maju, komunitas bisnis AS tetap luar biasa tenang. Telah diungkapkan bahwa Departemen Kehakiman AS telah mengeluarkan surat panggilan penyelidikan pidana kepada Powell terkait biaya renovasi markas Federal Reserve. Powell merespons dengan sangat tegas, menyatakan bahwa penyelidikan ini bukan tentang kesaksian atau proyek itu sendiri, melainkan karena Federal Reserve tidak mengikuti preferensi presiden terkait kebijakan suku bunga, sehingga menimbulkan "ancaman terhadap pengambilan keputusan independen bank sentral." Meskipun peristiwa ini sempat menyebabkan gejolak pasar, perusahaan besar, organisasi industri, dan CEO hampir secara kolektif memilih diam di depan publik. Jeffrey Sonnenfeld, Pendiri Yale CEO Leadership Institute, menunjukkan bahwa survei pribadi menunjukkan 71% CEO percaya bahwa pemerintahan Trump sedang mengikis independensi Federal Reserve, 80% percaya bahwa tekanan untuk pemotongan suku bunga tidak sesuai dengan kepentingan keseluruhan Amerika Serikat, namun mereka umumnya takut akan pembalasan politik jika berbicara secara terbuka. Analisis menunjukkan bahwa di balik sikap diam komunitas bisnis terdapat kekhawatiran tentang realitas "disebut untuk pembalasan" serta ketergantungan dan psikologi spekulatif dalam lingkungan suku bunga rendah. Beberapa eksekutif perusahaan memilih untuk mempengaruhi kebijakan melalui komunikasi pribadi, sementara yang lain bertaruh bahwa Trump pada akhirnya akan "mengalah dalam konfrontasi (TACO)." Beberapa akademisi menunjukkan bahwa kewaspadaan pasar terhadap intervensi politik dalam bank sentral semakin menurun, dengan beberapa pihak di komunitas bisnis dan Wall Street bahkan setuju dengan penilaian intuitif Trump. Sikap ini mungkin menandakan bahwa kebijakan moneter AS memasuki tahap baru yang lebih berwarna politik.
Berita