11:55
Pembukaan pergerakan swap spread menunjukkan perbedaan arah, kurva semakin datar, dan pasar memasuki mode defensif menjelang CPI.Perbedaan swap pada pembukaan hari Kamis menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan kurva spread swap cenderung mendatar. Suku bunga pasar uang naik, sementara kontrak berjangka SOFR menunjukkan tren bear flattening, dan pasar sedang menunggu rilis data CPI Amerika Serikat. Data ini diperkirakan akan mencerminkan dampak inflasi akibat perang Iran. Swap spread tenor dua tahun tercatat -17,75 basis poin, tenor lima tahun -31,25 basis poin, dan tenor sepuluh tahun -44,50 basis poin.Setelah pengumuman berita gencatan senjata, kontrak federal funds futures telah sepenuhnya menghapus kemungkinan kenaikan suku bunga, sementara probabilitas pemangkasan suku bunga sedikit meningkat. Namun, risalah rapat Federal Reserve bulan Maret menunjukkan lebih banyak pejabat cenderung membuka peluang kenaikan suku bunga, dan sebagian pejabat menaikkan proyeksi inflasi tahun 2026 akibat perang Iran. Pelebaran swap spread pada tenor jangka pendek sebagian besar disebabkan oleh penataan defensif sebelum rilis data.Imbal hasil US Treasury menunjukkan pergerakan yang bervariasi; ujung kurva cenderung stabil atau naik tipis 1 basis poin, sedangkan imbal hasil bentuk tenor lainnya sedikit menurun. Aktivitas perdagangan pasar cenderung sepi dan bergerak dalam kisaran terbatas. Pentingnya laporan CPI semakin meningkat, karena dinilai akan menunjukkan dampak nyata perang Iran terhadap inflasi. Setelah penurunan kecil pada sesi London, aksi short covering mendorong penguatan US Treasury ke level tertinggi sesi Tokyo.Musim pelaporan keuangan untuk institusi finansial akan dimulai pada hari Senin, dan pasar memperkirakan akan terjadi gelombang penerbitan obligasi pasca pelaporan, namun institusi finansial umumnya melakukan lindung nilai swap terhadap penerbitan tersebut, sehingga kemungkinan pelebaran swap spread terkait penerbitan obligasi cenderung terbatas. Bursa saham global menguat dan dolar Amerika melemah, sementara pasar menunggu hasil perundingan Amerika-Iran pada akhir pekan. Harga emas naik untuk minggu ketiga berturut-turut, karena investor mulai kembali mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Brent oil mengalami penurunan akumulatif 11% minggu ini, namun laporan mengenai gangguan kapasitas produksi di Arab Saudi sempat mendorong harga minyak naik pada perdagangan intraday.