Berita
Tetap terinformasi dengan tren kripto terbaru melalui liputan mendalam dari para ahli kami.




Narasi inti pasar minggu ini adalah "pengetatan likuiditas bank sentral, logam mulia dan kripto anjlok bersamaan, harga energi tetap kuat secara terbalik tren". - Minyak mentah WTI naik +4,9% di tengah gangguan pasokan di Selat Hormuz, hampir menjadi satu-satunya aset yang memberikan imbal hasil positif; - Emas anjlok -12,9% dan perak -18,7%, mematahkan asumsi pasar tentang "safe haven di masa perang"; - Pasar kripto melemah secara keseluruhan: BTC -9,6%, ETH -13,0%, SOL -10,6%; - Indeks saham utama global juga turun bersamaan, JP225 -5,2%, DAX -5,0%, NAS100 -3,1%, sedangkan DXY tetap stabil (-0,03%). Di bawah kerangka likuiditas, pasar minggu ini menunjukkan pola "penjualan masif komoditas + dolar sebagai jangkar stabilitas": logam mulia dan aset kripto sama-sama tertekan, komoditas seperti tembaga -9,0% dan kopi -7,2% juga mendapat tekanan. Sementara itu, gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz menyebabkan harga minyak mentah terpisah dari komoditas lain, selisih harga Brent–WTI semakin melebar, sehingga negara importir di Asia merasakan tekanan lebih besar.
Berita trending
LainnyaCrowdStrike Holdings, Inc. mengumumkan bahwa platform Falcon-nya kini telah memperluas dukungan SIEM generasi berikutnya untuk Microsoft Defender for Endpoint, menandai langkah penting perusahaan dalam membangun ekosistem keamanan terbuka.
Hingga 31 Januari 2026, data keuangan terbaru yang diungkapkan oleh Western Asset Municipal High Income Fund Inc menunjukkan bahwa total aset bersihnya telah mencapai 154.63 juta dolar AS.