Koreksi Bitcoin $110K sebagai Peluang Pembelian
- Koreksi Bitcoin sebesar 7% ke $115,744 pada Agustus 2025 memicu likuidasi sebesar $500M namun menstabilkan rasio leverage, menandakan peluang beli potensial. - Modal institusional beralih ke Ethereum pada kuartal kedua 2025, dengan whale mengakumulasi 200,000 ETH ($515M) di tengah ketahanan struktural Bitcoin. - Indikator teknikal menunjukkan $115,000 sebagai level support krusial, dengan siklus historis mengindikasikan potensi rebound menuju $160,000 pada kuartal keempat 2025. - Titik masuk strategis direkomendasikan pada kisaran $110,000–$115,000.
Koreksi harga Bitcoin sebesar 7% baru-baru ini, yang telah menurunkan harga cryptocurrency ini dari rekor tertinggi di atas $124.000 menjadi $115.744 pada akhir Agustus 2025, telah memicu perdebatan baru mengenai arah jangka panjangnya. Meskipun penurunan ini telah memicu likuidasi long lebih dari $500 juta dan memaksa investor institusi untuk menilai kembali eksposur mereka, reset pasar ini mungkin mewakili titik infleksi strategis bagi investor yang ingin memanfaatkan fase pertumbuhan Bitcoin berikutnya. Dengan menganalisis dinamika leverage on-chain, arus modal institusi, dan siklus harga historis, argumen untuk melihat koreksi ini sebagai peluang beli menjadi semakin kuat.
Reset Pasar dan Stabilisasi Leverage
Koreksi saat ini telah berfungsi sebagai uji stres alami untuk posisi leverage Bitcoin. Selama tujuh minggu terakhir, tren naik penemuan harga kedua cryptocurrency ini—setelah halving 2024—telah mencapai minggu ketujuh, sejalan dengan pola historis di mana koreksi biasanya terjadi antara Minggu ke-5 dan ke-7. Waktu ini bertepatan dengan lonjakan likuidasi, yang secara efektif telah membersihkan pelaku pasar yang lemah dan menstabilkan rasio leverage. Data on-chain menunjukkan bahwa open interest di futures Bitcoin telah menyusut sebesar 10,6% sejak puncaknya di bulan Agustus, menandakan pengurangan eksposur spekulatif yang berlebihan.
Likuidasi posisi long leverage juga telah mengkalibrasi ulang keseimbangan pasar. Sebagai contoh, rasio MVRV (Market Value to Realized Value) Bitcoin telah bergerak ke “zona bahaya”, yang mengindikasikan bahwa banyak pemegang jangka pendek kini berada di wilayah ambil untung. Ini menunjukkan bahwa aksi jual baru-baru ini telah memperhitungkan sebagian besar risiko jangka pendek, menciptakan fondasi yang lebih tangguh untuk akumulasi di masa depan. Selain itu, saldo di bursa telah meningkat sebesar 70.000 BTC sejak Juni, namun peningkatan ini mencerminkan pergeseran posisi daripada penurunan permintaan.
Realokasi Institusi dan Peran Ethereum
Meski Bitcoin tetap menjadi aset dominan di ekosistem kripto, modal institusi menunjukkan pergeseran signifikan ke Ethereum pada kuartal kedua 2025. Whale Ethereum (dompet dengan 10.000–100.000 ETH) telah mengakumulasi 200.000 ETH ($515 juta) sejak Q2, meningkatkan kendali mereka menjadi 22% dari total pasokan yang beredar. Mega whale (lebih dari 100.000 ETH) telah memperluas kepemilikan sebesar 9,31% sejak Oktober 2024, dengan platform seperti Aave dan Ethena memfasilitasi strategi looping yang melakukan arbitrase hasil staking terhadap biaya pinjaman.
Realokasi ini bukanlah penolakan terhadap Bitcoin, melainkan cerminan keunggulan struktural Ethereum, termasuk model pasokan deflasioner dan infrastruktur staking yang ramah institusi. Namun, fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat. Koreksi baru-baru ini bertepatan dengan lonjakan 42,11% secara kuartalan pada pinjaman yang dijaminkan kripto di platform DeFi, dengan Ethereum mendominasi 78,22% dari total pasokan pinjaman. Pertumbuhan ini menegaskan selera pasar yang lebih luas terhadap leverage, meskipun modal sementara bergeser ke Ethereum.
Pemicu Teknis dan Makroekonomi
Dari perspektif teknis, penurunan Bitcoin di bawah garis tengah Bollinger dan perubahan bearish pada MACD menunjukkan bias bearish jangka pendek. Namun, indikator-indikator ini juga mengisyaratkan bahwa koreksi mendekati titik infleksi kritis. Level support $115.000 kini sedang diuji, dan jika berhasil bertahan di sini, bisa memicu rebound menuju $110.000, di mana terdapat support teknis yang lebih kuat. Data historis dari siklus halving sebelumnya menunjukkan bahwa koreksi seperti ini sering kali mendahului kelanjutan tren naik, dengan Bitcoin berpotensi menargetkan $160.000 pada kuartal keempat 2025.
Faktor makroekonomi semakin memperkuat sikap bullish yang hati-hati. Antisipasi pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di Jackson Hole telah menciptakan “kekosongan volatilitas”, dengan pasar memperkirakan pemotongan suku bunga yang agresif. Jika Powell memberi sinyal kebijakan dovish, sentimen risk-off yang saat ini memengaruhi Bitcoin bisa berbalik, dengan investor institusi kembali masuk ke pasar. Selain itu, kematangan ETF Bitcoin dan adopsi korporasi (misalnya, eksposur kripto BlackRock sebesar $100 billion) memberikan lantai struktural bagi harga.
Titik Masuk Strategis dan Saran Investasi
Bagi investor, koreksi saat ini menawarkan titik masuk yang disiplin ke Bitcoin maupun Ethereum. Likuidasi posisi leverage telah mengurangi risiko aksi jual berantai, sementara stabilisasi rasio leverage menunjukkan bahwa pasar kini kurang rentan terhadap guncangan mendadak. Metode on-chain, seperti penurunan open interest dan realokasi modal ke Ethereum, mengindikasikan bahwa pasar sedang mengatur ulang untuk reli yang lebih berkelanjutan.
Pendekatan strategis akan melibatkan alokasi modal ke Bitcoin pada kisaran $110.000–$115.000, dengan sebagian posisi dihedging melalui eksposur Ethereum. Strategi ganda ini memanfaatkan narasi store-of-value jangka panjang Bitcoin sekaligus memanfaatkan pertumbuhan utilitas jangka pendek Ethereum. Investor juga sebaiknya memantau indikator on-chain utama, seperti outflow bursa dan rasio MVRV, untuk menentukan waktu masuk tambahan saat terjadi penurunan lebih lanjut.
Kesimpulan
Koreksi Bitcoin ke $110K bukanlah pasar bearish, melainkan rekalkulasi leverage dan posisi di pasar yang semakin matang. Dengan melihat reset ini melalui lensa siklus historis, arus institusi, dan indikator teknis, investor dapat memposisikan diri untuk mendapatkan keuntungan dari fase bull run berikutnya. Kuncinya terletak pada disiplin masuk, diversifikasi strategis antara BTC dan ETH, serta perspektif jangka panjang yang melampaui volatilitas jangka pendek. Seiring pasar kripto terus berintegrasi dengan keuangan tradisional, koreksi saat ini bisa menjadi momen penting bagi mereka yang bersedia bertindak dengan kesabaran dan keyakinan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Departemen Perdagangan AS "On-chain": Oracle sedang lepas landas

Perdagangan ETF Ethereum spot sangat ramai, dalam lima hari perdagangan terakhir "menyedot dana" lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan Bitcoin.
Sejak disahkannya Undang-Undang Stablecoin GENIUS pada bulan Juli, momentum pasar tampaknya mulai beralih ke Ethereum.

Berita trending
LainnyaHarga kripto
Lainnya








