Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya

Berita

Tetap terinformasi dengan tren kripto terbaru melalui liputan mendalam dari para ahli kami.

banner
Kilat
18:43
Dow Chemical menyatakan: Setelah Selat Hormuz dibuka kembali, aliran produk petrokimia akan pulih dengan sangat lambat.
Fitterling menyatakan bahwa akibat dampak perang Iran, sekitar 20% kapasitas produksi petrokimia global telah terhenti, sementara bahan baku petrokimia penting seperti nafta terperangkap di dalam Teluk Persia. Sejak pecahnya perang, pertumbuhan permintaan poliolefin mendorong kenaikan tajam harga bahan bakunya yaitu etilena dan propilena, di mana propilena grade polimer di pasar spot melonjak hampir 50%, dan harga etilena meningkat lebih dari 60%.
18:38
Kapal tanker minyak Turki diserang di Laut Hitam, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan berhak mengambil tindakan yang diperlukan
Golden Ten Data melaporkan pada 27 Maret bahwa pada tanggal 26 waktu setempat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Öncü Keçeli, mengeluarkan pernyataan di platform sosial terkait serangan terhadap kapal pengoperasian Turki di Laut Hitam. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa kapal yang diserang bernama "ALTURA", sebuah kapal pengangkut minyak mentah berbendera Sierra Leone yang dioperasikan oleh perusahaan Turki. Ketika serangan terjadi, kapal tersebut berada di zona ekonomi eksklusif Laut Hitam milik Turki. Pernyataan itu menegaskan bahwa serangan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan jiwa, properti, pelayaran, dan lingkungan di kawasan tersebut. Pihak Turki saat ini menjalin komunikasi dengan semua pihak terkait guna mencegah konflik ini meluas ke seluruh kawasan Laut Hitam. Selain itu, Turki secara tegas menyampaikan haknya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam kerangka hukum internasional untuk melindungi kepentingan ekonominya di wilayah laut terkait.
18:32
Menurut laporan Financial Times, raksasa pembayaran global Mastercard sedang mencari untuk menjual unit bisnis pembayaran real-time yang diakuisisi dari Nets Group Denmark pada tahun 2019 dengan harga 3,2 miliar dolar AS.
Penyesuaian strategi ini menunjukkan bahwa Mastercard sedang melakukan evaluasi ulang terhadap portofolio bisnisnya, serta mengonsentrasikan sumber daya pada bidang inti bisnis pembayaran. Sistem pembayaran real-time ini sebelumnya merupakan aset yang dimiliki oleh Nets Group, yang memungkinkan transfer dana antar bank dalam hitungan detik. Rencana penjualan Mastercard tersebut mencerminkan perubahan dalam lanskap persaingan industri pembayaran, serta reposisi perusahaan terhadap akuisisi aset dengan harga premium. Jika transaksi ini terwujud, ini akan menjadi salah satu contoh restrukturisasi aset besar di industri pembayaran dalam waktu dekat. Para analis pasar menunjukkan bahwa langkah ini kemungkinan akan memicu evaluasi ulang terhadap nilai komersial sistem pembayaran real-time di kalangan industri.
Berita