Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Whitepaper ASIX

ASIX: Ekosistem Game P2E, Pasar NFT, dan Metaverse

Whitepaper ASIX diterbitkan oleh PT. META NUSANTARA VICTORI dan tim keluarga artis terkenal Indonesia pada awal 2022, bertujuan membangun ekosistem transaksi keuangan berbasis teknologi, serta mengundang investor aset kripto untuk berpartisipasi dalam game P2E, pasar NFT, dan proyek metaverse mereka.


Whitepaper ASIX bertema “Pengantar Resmi Whitepaper ASIX”, dengan inti membangun proyek terdesentralisasi yang mendukung game P2E, pasar NFT, dan metaverse (Nusantaraverse) secara menyeluruh. Keunikan ASIX adalah menggabungkan teknologi Binance Smart Chain (BEP20), melalui gamifikasi dan perdagangan aset digital, serta mengintegrasikan budaya Indonesia ke dalam pengalaman metaverse; makna ASIX adalah meletakkan fondasi ekonomi kreatif digital, menyediakan platform penjualan karya seni digital bagi kreator, dan mempromosikan keragaman budaya Indonesia ke dunia.


Tujuan awal ASIX adalah membangun ekosistem ekonomi digital terbuka, menyelesaikan masalah partisipasi investor aset digital dan monetisasi konten digital oleh kreator. Whitepaper ASIX menegaskan: dengan membangun platform terdesentralisasi di Binance Smart Chain yang menggabungkan game P2E, pasar NFT, dan metaverse Nusantaraverse, pengguna bisa mendapatkan penghasilan dari hiburan, kreator bisa mewujudkan nilai, dan mendorong pertukaran budaya.

Peneliti yang tertarik dapat mengakses whitepaper ASIX asli. Tautan whitepaper ASIX: https://asix.dev/litepaper

Ringkasan whitepaper ASIX

Penulis: Diego Alvarez
Terakhir diperbarui: 2025-11-26 00:38
Berikut ini adalah ringkasan dari whitepaper ASIX, dijelaskan dengan bahasa yang sederhana agar kamu dapat dengan cepat memahami whitepaper ASIX dan memperoleh pemahaman yang lebih jelas tentang ASIX.

Apa itu ASIX

Teman-teman, bayangkan jika ada dunia digital yang dipenuhi dengan elemen budaya tradisional Indonesia, di mana kamu bisa bermain game, membeli dan menjual koleksi digital unik, bahkan merasakan aktivitas sosial di realitas virtual—menarik, bukan? ASIX (nama lengkapnya ASIX+, versi upgrade dari proyek ASIX) adalah proyek seperti itu, yang ingin membangun ekosistem di blockchain yang menggabungkan game, pasar seni digital, dan dunia virtual.

Sederhananya, ASIX+ adalah token berbasis teknologi blockchain (anggap saja seperti buku besar digital yang transparan dan tidak bisa diubah), yang berjalan di Binance Smart Chain (BSC, jaringan blockchain dengan transaksi cepat dan biaya relatif rendah).

Target utama pengguna ASIX+ adalah mereka yang tertarik pada game, koleksi digital (NFT, bisa dipahami sebagai karya seni atau aset digital yang unik, seperti lukisan digital, tanah virtual, dll), dan dunia virtual (Metaverse, ruang digital yang dibangun dengan teknologi realitas virtual dan augmented reality, tempat orang bisa bersosialisasi, hiburan, bekerja, dll). ASIX+ ingin melalui aplikasi-aplikasi ini, pengguna bisa menikmati hiburan sekaligus berpartisipasi dalam ekonomi digital.

Visi Proyek & Nilai Utama

Visi proyek ASIX+ adalah membawa keragaman budaya Indonesia yang kaya ke dunia digital, dan mempromosikan keindahan budaya Indonesia ke seluruh dunia melalui teknologi virtual. Bayangkan, kamu bisa merasakan permainan tradisional Indonesia seperti "Congklak" (permainan papan tradisional), atau bertransaksi NFT bertema budaya Indonesia di "Pasar NFT".

Masalah utama yang ingin diselesaikan adalah menyediakan platform yang menggabungkan hiburan, sosial, dan perdagangan aset digital, sekaligus melindungi hak kekayaan intelektual para kreator. Dibandingkan proyek sejenis, keunikan ASIX+ adalah akar budayanya yang kuat di Indonesia dan didirikan oleh keluarga artis terkenal lokal (keluarga Anang Hermansyah), sehingga memiliki pengaruh komunitas dan perhatian yang besar.

Karakteristik Teknologi

Sebagai proyek blockchain, fondasi teknologi ASIX+ terutama meliputi beberapa aspek berikut:

Platform Blockchain

Token ASIX+ diterbitkan berdasarkan standar BEP20 di Binance Smart Chain. BEP20 bisa diibaratkan sebagai standar teknis token di BSC, seperti produk di kehidupan nyata yang punya standar produksi, agar token bisa kompatibel dan saling bertransaksi.

Mekanisme Keamanan

Binance Smart Chain menggunakan mekanisme konsensus "Proof-of-Stake" (PoS). Sederhananya, PoS seperti sistem di mana 21 "akuntan" bergiliran mencatat transaksi, dan mereka harus mengunci sejumlah Binance Coin (BNB) untuk mendapat hak mencatat, sehingga transaksi aman dan jaringan stabil. Selain itu, tim ASIX+ menyatakan sedang diaudit oleh Certik (perusahaan audit keamanan blockchain terkenal) untuk memastikan keamanan smart contract (program yang mengeksekusi perjanjian secara otomatis). ASIX+ juga menggunakan enkripsi AES 256-bit dan verifikasi dua langkah (2FA) untuk melindungi data dan akun pengguna.

Komponen Ekosistem

Ekosistem ASIX+ terdiri dari beberapa bagian, masing-masing dengan implementasi teknisnya:

  • Game P2E (Play-to-Earn): Game jenis ini memungkinkan pemain mendapatkan kripto atau NFT dengan bermain. ASIX+ berencana meluncurkan beberapa game bertema budaya tradisional Indonesia, seperti Congklak, Layangan Battlefield, dll.
  • Pasar NFT (Pasar NFT): Platform digital di mana pengguna bisa membuat, membeli, dan menjual aset digital unik seperti karya seni, musik, video, dll.
  • Metaverse (Nusantaraverse): Dunia virtual yang menggabungkan teknologi AR dan VR, memungkinkan pengguna berinteraksi secara imersif di ruang digital dan merasakan budaya Indonesia.

Tokenomics

Token ASIX+ adalah inti dari ekosistem, desainnya menentukan cara penerbitan, sirkulasi, dan penggunaan token.

Informasi Dasar Token

  • Simbol Token: ASIX+
  • Blockchain: Binance Smart Chain (BEP20)
  • Total Supply: 10.000.000.000.000 (10 triliun) token. Angka yang sangat besar, artinya harga per token bisa sangat kecil.

Distribusi & Mekanisme Token (ASIX+)

Rencana distribusi token ASIX+ sebagai berikut:

  • Supply: 56,2%
  • Developer: 18,3%
  • R&D: 15,0%
  • Burn: 5,5% (Burn berarti token dihapus permanen dari sirkulasi, biasanya untuk mengurangi supply dan bisa meningkatkan nilai token yang tersisa)
  • Operasi Pemasaran: 4,0%
  • Charity: 1,0%

Selain itu, ASIX+ memiliki sistem pajak transaksi, setiap kali jual beli token ASIX+, akan dikenakan pajak 4% yang dialokasikan untuk berbagai tujuan:

  • Refleksi (Reflection): 2,0% (dibagikan proporsional ke semua pemegang ASIX+, mendorong kepemilikan jangka panjang)
  • Charity: 0,5%
  • Pengembangan: 1,5%

Fungsi Token

Token ASIX+ berperan dalam berbagai aspek ekosistem:

  • Mata uang dalam game: Untuk membeli item, membuka konten, atau sebagai hadiah di game P2E.
  • Transaksi pasar NFT: Untuk membeli dan menjual koleksi digital di Pasar NFT.
  • Interaksi di metaverse: Untuk berbagai aktivitas dan transaksi di Nusantaraverse.
  • Staking: Pengguna bisa mengunci token ASIX+ untuk mendapat reward, berpartisipasi dalam pemeliharaan jaringan atau tata kelola.

Tim, Tata Kelola & Dana

Anggota Inti & Karakteristik Tim

Proyek ASIX+ didirikan oleh keluarga artis terkenal Indonesia, Anang Hermansyah dan timnya. Keluarga ini punya basis penggemar besar di media sosial (lebih dari 70 juta followers di Instagram, lebih dari 6 juta subscriber di YouTube), sehingga sangat mendukung promosi awal dan pembangunan komunitas. Entitas operasional proyek adalah PT. Meta Nusantara Viktori.

Mekanisme Tata Kelola

Whitepaper tidak menjelaskan detail mekanisme tata kelola terdesentralisasi (misal voting token untuk arah proyek), tapi biasanya proyek seperti ini akan memperkenalkan tata kelola komunitas seiring perkembangan. Saat ini, arah proyek masih didominasi tim inti.

Kas & Dana

Berdasarkan tokenomics, sebagian token dialokasikan untuk developer, R&D, dan operasi pemasaran, yang digunakan untuk pengembangan, pemeliharaan, dan promosi proyek. Pajak transaksi 1,5% juga untuk pengembangan.

Roadmap

Roadmap ASIX+ dibagi beberapa tahap, menunjukkan rencana dari peluncuran hingga pengembangan masa depan:

  • Tahap Pertama:
    • Audit smart contract (oleh Solidity Finance).
    • Listing di DEX seperti Pancakeswap.
    • Listing di platform info kripto seperti CoinGecko, CoinMarketCap.
    • Listing di CEX seperti Hotbit.
    • Logo proyek tampil di wallet Web3.
    • Pembangunan komunitas ASIX+, mengadakan kompetisi dan giveaway komunitas.
  • Tahap Kedua:
    • Rilis whitepaper versi 1.0.
    • Peluncuran website resmi ASIX+ baru.
    • Peluncuran wallet DeFi ASIX+ (DeFi = layanan keuangan tanpa bank tradisional).
    • Fitur staking ASIX+ online.
    • Penandatanganan perjanjian pemasaran untuk audiens lebih luas.
    • Membangun hubungan dan kemitraan investor dengan saluran investasi utama.
    • Testnet Pasar NFT diluncurkan.
  • Tahap Ketiga:
    • Rilis trailer Pasar NFT.
    • Mainnet Pasar NFT online dan peluncuran NFT perdana.
    • Peluncuran platform streaming terdesentralisasi (DSP).
    • Memperkenalkan model "Listen-to-Earn", "Promote-to-Earn", dan "Collect-to-Earn".
  • Tahap Keempat:
    • Pemasaran dan promosi Pasar NFT.
    • Listing di bursa tingkat lebih tinggi.
    • Pengembangan metaverse Nusantaraverse.
    • Pembaruan roadmap.
  • Peringatan Risiko Umum

    Setiap proyek blockchain pasti punya risiko, ASIX+ juga demikian. Sebelum berpartisipasi, pastikan kamu memahami poin-poin berikut:

    Risiko Teknologi & Keamanan

    • Celah smart contract: Meski tim menyatakan akan diaudit, smart contract tetap bisa punya celah yang belum ditemukan, berpotensi menyebabkan kerugian dana.
    • Risiko jaringan blockchain: Binance Smart Chain bisa mengalami kemacetan, serangan keamanan, dll, yang memengaruhi transaksi dan penggunaan token ASIX+.
    • Risiko pengembangan proyek: Pengembangan metaverse, game P2E, dll, sangat kompleks dan memakan waktu, bisa menghadapi hambatan teknis atau penundaan.

    Risiko Ekonomi

    • Volatilitas pasar: Pasar kripto sangat fluktuatif, harga token ASIX+ bisa berubah drastis karena sentimen pasar, ekonomi makro, proyek pesaing, dll, berisiko turun ke nol.
    • Risiko likuiditas: Jika volume transaksi token rendah, bisa sulit jual beli dengan cepat, memengaruhi pencairan aset.
    • Supply token sangat besar: Total supply 10 triliun berarti harga per token sangat rendah, untuk mencapai harga tinggi butuh kapitalisasi pasar sangat besar, yang sulit dalam waktu singkat.
    • Keraguan utilitas: Ada komentar bahwa utilitas proyek ini masih dipertanyakan, detail whitepaper kurang.

    Risiko Regulasi & Operasional

    • Ketidakpastian regulasi: Regulasi kripto global masih berkembang, perubahan kebijakan bisa memengaruhi operasional proyek.
    • Persaingan ketat: Game P2E, pasar NFT, dan metaverse sangat kompetitif, apakah ASIX+ bisa menonjol masih belum pasti.
    • Ketergantungan tim: Keberhasilan proyek sangat bergantung pada eksekusi tim inti, pemeliharaan komunitas, dan inovasi berkelanjutan.

    Perhatian: Informasi di atas hanya untuk referensi, bukan saran investasi. Sebelum mengambil keputusan investasi, lakukan riset mendalam dan konsultasi dengan penasihat keuangan profesional.

    Daftar Verifikasi

    Untuk memahami proyek ASIX+ lebih dalam, kamu bisa verifikasi dan riset melalui tautan berikut:

    • Alamat smart contract ASIX+ (BEP20):
      0x2bf4be7c4520c41d012eb09a034179e03b898534
      (Kamu bisa cek di BscScan untuk melihat pemegang token, riwayat transaksi, dll.)
    • Website resmi ASIX+: (Berdasarkan hasil pencarian, website resmi ASIX+ adalah Asix Plus, tapi link spesifik tidak disebutkan langsung, biasanya bisa ditemukan di halaman proyek CoinMarketCap atau CoinGecko.)
    • Aktivitas GitHub: (Tidak disebutkan langsung link atau aktivitas GitHub di hasil pencarian, disarankan cek di website resmi atau whitepaper.)
    • Channel komunitas:

    Ringkasan Proyek

    ASIX+ adalah proyek blockchain asal Indonesia yang bertujuan membangun ekosistem digital yang menggabungkan game P2E, pasar NFT, dan metaverse (Nusantaraverse) melalui token ASIX+. Proyek ini didirikan oleh keluarga artis terkenal Indonesia, sehingga punya latar budaya unik dan pengaruh komunitas yang kuat. Token ASIX+ berjalan di Binance Smart Chain, total supply 10 triliun, dan memiliki mekanisme pajak transaksi serta distribusi token untuk mendukung pengembangan, pemasaran, dan reward komunitas.

    Nilai utama proyek ini adalah mempromosikan budaya Indonesia dan menyediakan platform bagi pengguna untuk hiburan, sosial, dan penciptaan nilai di dunia digital. Meski punya inovasi dan ciri khas budaya, proyek ini juga menghadapi risiko volatilitas pasar kripto, tantangan pengembangan teknologi, dan ketidakpastian regulasi. Selain itu, ada pendapat bahwa detail whitepaper masih kurang dan utilitas perlu dibuktikan lebih lanjut.

    Secara keseluruhan, ASIX+ adalah proyek blockchain dengan ciri khas budaya lokal dan hiburan yang menonjol, potensi pengembangannya bergantung pada eksekusi tim, aktivitas komunitas, dan apakah ekosistemnya bisa benar-benar berjalan serta menarik banyak pengguna. Bagi siapa pun yang tertarik, sangat disarankan untuk riset mandiri, cek sumber resmi, dan menilai semua risiko yang ada. Ingat, ini bukan saran investasi.

Disclaimer: Penafsiran di atas merupakan pendapat pribadi penulis. Silakan verifikasi keakuratan semua informasi secara mandiri. Interpretasi ini tidak mewakili pandangan platform dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Untuk detail lebih lanjut tentang proyek ini, silakan lihat whitepapernya.

Bagaimana pendapat kamu tentang proyek ASIX?

BagusBuruk
YaTidak