Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Whitepaper Butter Token

Butter Token: Ekosistem Tata Kelola Terdesentralisasi dan Reward Amal

Whitepaper Butter Token diterbitkan oleh tim inti Butter Token pada tahun 2025, bertujuan untuk menjawab tantangan utama di bidang keuangan terdesentralisasi (DeFi) yaitu pengalaman pengguna yang rumit dan likuiditas yang terfragmentasi, serta menawarkan solusi inovatif.


Whitepaper Butter Token bertema “Butter Token: Protokol Inovatif untuk Meningkatkan Likuiditas dan Pengalaman Pengguna di Keuangan Terdesentralisasi”. Keunikannya terletak pada mekanisme agregasi likuiditas dan algoritma optimasi hasil cerdas; signifikansinya adalah menurunkan hambatan partisipasi DeFi secara signifikan, mendorong adopsi dan perkembangan keuangan terdesentralisasi.


Tujuan awal Butter Token adalah membangun ekosistem DeFi yang lebih efisien dan mudah digunakan. Whitepaper ini menegaskan gagasan inti: melalui agregasi likuiditas dan optimasi hasil cerdas, tercapai keseimbangan antara desentralisasi, keamanan, dan pengalaman pengguna, sehingga layanan DeFi menjadi lebih inklusif.

Peneliti yang tertarik dapat mengakses whitepaper Butter Token asli. Tautan whitepaper Butter Token: https://www.milktoken.net/files/whitepaper.pdf

Ringkasan whitepaper Butter Token

Penulis: Priya Narayanan
Terakhir diperbarui: 2025-11-05 06:20
Berikut ini adalah ringkasan dari whitepaper Butter Token, dijelaskan dengan bahasa yang sederhana agar kamu dapat dengan cepat memahami whitepaper Butter Token dan memperoleh pemahaman yang lebih jelas tentang Butter Token.

Apa itu Butter Token

Teman-teman, bayangkan kamu memegang sebuah kartu keanggotaan khusus, yang tidak hanya memberimu berbagai manfaat, tapi juga mengajakmu bergabung dalam komunitas yang "berbuat baik". "Butter Token" (disingkat BUTTER) di dunia blockchain mirip dengan kartu keanggotaan digital istimewa seperti itu. Token ini bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan anggota kedua dari keluarga "Milk and Butter"—seperti susu yang menjadi lebih kaya rasa saat ditambah mentega.

Sederhananya, BUTTER adalah aset digital berbasis teknologi blockchain yang berjalan di Binance Smart Chain (BSC). BSC bisa kamu anggap sebagai platform perdagangan digital yang efisien dan berbiaya rendah, layaknya supermarket super sibuk dengan biaya transaksi minim. Target utama BUTTER adalah pengguna yang ingin berpartisipasi dalam proyek kripto sekaligus berkontribusi untuk kegiatan amal. Skenario utamanya adalah mendukung donasi amal melalui biaya transaksi, serta memungkinkan pemegang token ikut serta dalam tata kelola proyek, menentukan ke mana dana donasi disalurkan.

Alur penggunaan tipikalnya seperti ini: kamu membeli sejumlah token BUTTER, dan setiap kali kamu melakukan transaksi, sebagian biaya transaksi akan otomatis dikumpulkan. Dana ini akan masuk ke dana amal khusus. Sebagai pemegang BUTTER, kamu juga bisa memilih melalui voting ke mana dana amal tersebut akan disumbangkan, misalnya ke organisasi seperti "Food For Life Global" atau "Action Against Hunger".

Visi Proyek dan Nilai Utama

Visi Butter Token adalah memanfaatkan kekuatan keuangan terdesentralisasi (DeFi) untuk menciptakan cara yang menyenangkan dan bermakna bagi pemegang token agar bisa memberi kembali kepada masyarakat.

Masalah inti yang ingin dipecahkan adalah bagaimana menggabungkan aktivitas transaksi kripto dengan aksi sosial nyata, sehingga aset digital tidak hanya menjadi alat investasi, tapi juga saluran donasi amal yang efektif. Token ini ibarat jembatan yang menghubungkan kekayaan dunia digital dengan kebutuhan dunia nyata.

Dibandingkan proyek sejenis, keunikan BUTTER terletak pada mekanisme donasi amal dan model tata kelola yang terintegrasi. Banyak proyek kripto lain juga melakukan kegiatan amal, namun BUTTER menjadikan donasi sebagai inti dari model ekonomi tokennya, serta memberikan hak voting kepada pemegang token untuk menentukan tujuan donasi, sehingga meningkatkan partisipasi dan transparansi komunitas.

Karakteristik Teknologi

Butter Token adalah token standar BEP-20, artinya dibangun di atas Binance Smart Chain (BSC). BEP-20 bisa kamu anggap sebagai "bahasa universal" atau "format standar" di BSC, yang memastikan token BUTTER dapat dibuat, diperdagangkan, dan dikelola dengan lancar di jaringan ini.

Karakteristik teknologinya terutama terletak pada desain smart contract-nya. Smart contract adalah "protokol digital" yang berjalan otomatis di blockchain—begitu syarat tertentu terpenuhi, aksi yang sudah diprogram akan langsung dijalankan. Smart contract BUTTER mencakup beberapa mekanisme kunci berikut:

  • Likuiditas Otomatis (Auto-liquidity): Setiap transaksi token BUTTER, sebagian biaya akan otomatis dikonversi menjadi pasangan likuiditas BUTTER/WBNB (Binance Coin) dan dikunci di pool likuiditas. Ini seperti menyediakan "bahan bakar" terus-menerus untuk perdagangan di pasar, memastikan jual beli token berjalan lancar dan mengurangi dampak fluktuasi harga yang tajam.
  • Mekanisme Deflasi (Deflationary): Meski ringkasan whitepaper menyebutkan deflasi, detail mekanisme burn belum dijelaskan secara rinci dalam informasi yang ada. Biasanya, token deflasi akan membakar sebagian token untuk mengurangi total suplai, sehingga meningkatkan kelangkaan token yang tersisa.
  • Reward Staking: Jika kamu memegang token Milk (token lain dalam ekosistem Milk and Butter) dan melakukan staking (mengunci token untuk mendukung jaringan dan mendapatkan reward), kamu bisa memperoleh sebagian reward dari transaksi BUTTER. Ini mendorong pengguna untuk memegang dan mendukung ekosistem dalam jangka panjang.
  • Fungsi Tata Kelola (Governance): Pemegang token BUTTER memiliki hak voting untuk ikut menentukan keputusan penting proyek, terutama terkait penyaluran donasi amal. Ini adalah bentuk tata kelola terdesentralisasi (Decentralized Governance), artinya proyek dikelola bersama oleh komunitas, bukan oleh segelintir institusi terpusat.

Tokenomics

Model ekonomi token BUTTER dirancang untuk mendukung kegiatan amal melalui biaya transaksi dan mendorong partisipasi komunitas.

Informasi Dasar Token

  • Simbol Token: BUTTER
  • Blockchain: Binance Smart Chain (BSC), standar BEP-20
  • Total Suplai: 1.000.000.000.000 BUTTER (1 triliun token)
  • Sirkulasi Saat Ini dan Mendatang: CoinMarketCap melaporkan suplai sirkulasi proyek ini adalah 0 BUTTER, namun CoinMooner menunjukkan suplai sirkulasi sebesar 999.989.006.892 BUTTER. Ada perbedaan data yang signifikan dan perlu verifikasi lebih lanjut.

Utilitas Token

Utilitas utama token BUTTER meliputi:

  • Donasi Amal: Setiap transaksi akan memotong biaya 5% untuk dana amal, yang penyalurannya diputuskan melalui voting pemegang BUTTER.
  • Tata Kelola: Pemegang token dapat berpartisipasi dalam tata kelola terdesentralisasi proyek dan voting keputusan penting.
  • Reward Staking: Pemegang token Milk yang melakukan staking bisa mendapatkan reward dari transaksi BUTTER.
  • Penyediaan Likuiditas: 2% dari biaya transaksi otomatis ditambahkan ke pool likuiditas BUTTER/WBNB untuk meningkatkan likuiditas token.

Distribusi dan Informasi Unlock Token

Berdasarkan informasi yang ada, distribusi biaya transaksi token BUTTER adalah sebagai berikut:

  • 5% untuk amal: Biaya ini dikumpulkan untuk donasi ke lembaga amal.
  • 2% untuk likuiditas: Biaya ini otomatis ditambahkan ke pool likuiditas BUTTER/WBNB.
  • 2% untuk reward staking pemegang Milk: Biaya ini didistribusikan kepada pengguna yang melakukan staking token Milk.
  • 1% untuk operasional dan pemasaran: Biaya ini digunakan untuk operasional harian dan promosi proyek.

Detail distribusi awal dan jadwal unlock token belum dijelaskan secara rinci dalam informasi publik saat ini.

Tim, Tata Kelola, dan Dana

Anggota Inti dan Karakteristik Tim

Data publik tidak mencantumkan nama atau latar belakang detail anggota inti Butter Token. Proyek ini menekankan sifatnya yang digerakkan komunitas dan bekerja sama dengan lembaga amal.

Mekanisme Tata Kelola

Butter Token mengadopsi model tata kelola terdesentralisasi. Artinya, pemegang token BUTTER dapat mempengaruhi keputusan proyek melalui voting, terutama terkait distribusi donasi amal. Model ini bertujuan meningkatkan transparansi dan partisipasi komunitas, sehingga arah pengembangan proyek dibentuk bersama oleh anggota komunitas.

Kas Proyek dan Dana Operasional

Proyek mendanai operasional dan pemasaran dari biaya 1% yang dipotong di setiap transaksi. Selain itu, 5% biaya transaksi masuk ke wallet amal untuk donasi. Detail tentang besaran kas proyek dan cadangan dana (runway) belum ditemukan dalam data publik yang tersedia.

Roadmap

Berdasarkan laporan Desember 2021, tim Milk and Butter saat itu merilis versi Alpha dari game NFT mereka dan mengumumkan target masa depan. Ini menunjukkan bahwa proyek di tahap awal memiliki rencana terkait NFT dan game. Namun, detail timeline sejarah dan rencana masa depan belum dijabarkan secara rinci dalam informasi publik saat ini.

Beberapa informasi menyebutkan Butter Token telah bermigrasi ke ekosistem Milk and Butter. Ini kemungkinan merupakan peristiwa penting dalam sejarah proyek.

Peringatan Risiko Umum

Investasi di proyek kripto apapun selalu mengandung risiko, termasuk Butter Token. Berikut beberapa peringatan risiko umum:

  • Risiko Volatilitas Pasar: Harga aset kripto sangat fluktuatif, harga BUTTER bisa naik atau turun drastis dipengaruhi sentimen pasar, faktor ekonomi makro, dan kebijakan regulasi.
  • Risiko Likuiditas: Meski ada mekanisme likuiditas otomatis, jika volume transaksi rendah, likuiditas token bisa tetap minim sehingga sulit jual-beli atau terjadi slippage harga besar.
  • Risiko Smart Contract: Smart contract bisa saja memiliki celah, jika diretas atau ditemukan bug, dana bisa hilang. Walau ada mekanisme likuiditas otomatis, belum ada informasi jelas apakah smart contract proyek ini sudah diaudit independen.
  • Risiko Eksekusi Proyek: Ada ketidakpastian apakah tim proyek bisa menjalankan roadmap sesuai rencana dan mewujudkan visi mereka.
  • Risiko Regulasi dan Kepatuhan: Regulasi kripto global terus berubah, kebijakan di masa depan bisa mempengaruhi operasional proyek dan nilai token.
  • Risiko Transparansi Informasi: Kurangnya transparansi tim inti, update dokumen penting seperti whitepaper yang tidak tepat waktu atau minim detail, bisa meningkatkan risiko investasi. Misalnya, data suplai sirkulasi BUTTER berbeda di beberapa platform, sehingga investor harus melakukan verifikasi mandiri.
  • Bukan Saran Investasi: Penjelasan ini hanya untuk berbagi informasi, bukan saran investasi. Sebelum mengambil keputusan investasi, lakukan riset mandiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional.

Daftar Verifikasi

Sebelum mendalami Butter Token, disarankan untuk memverifikasi informasi berikut secara mandiri:

  • Alamat kontrak di block explorer: Pastikan alamat kontrak resmi BUTTER di Binance Smart Chain (misal: 0x0110ff9e7e4028a5337f07841437b92d5bf53762), dan cek aktivitas transaksi serta distribusi alamat di BscScan atau block explorer lain.
  • Aktivitas GitHub: Cari repository GitHub proyek (jika tersedia), evaluasi frekuensi update kode dan kontribusi komunitas untuk menilai aktivitas pengembangan.
  • Situs resmi dan media sosial: Kunjungi milktoken.net, serta kanal Twitter, Telegram, dan media sosial resmi proyek untuk mengetahui update terbaru dan suasana komunitas.
  • Laporan audit: Cari tahu apakah proyek sudah diaudit pihak ketiga, dan baca laporan audit untuk menilai keamanan smart contract-nya.
  • Whitepaper: Baca whitepaper lengkap proyek (https://www.milktoken.net/files/whitepaper.pdf) untuk memahami detail teknis, model ekonomi, dan rencana pengembangan.

Ringkasan Proyek

Butter Token (BUTTER) adalah token BEP-20 dalam ekosistem "Milk and Butter" yang menggabungkan inovasi DeFi dengan kegiatan amal. Melalui mekanisme distribusi biaya transaksi yang unik, BUTTER bertujuan menyediakan sumber dana berkelanjutan untuk donasi amal dan memberikan hak tata kelola kepada pemegang token untuk berpartisipasi dalam keputusan donasi. Token ini memiliki fitur likuiditas otomatis, reward staking, dan tata kelola, berjalan di Binance Smart Chain, serta berkomitmen membangun ekosistem sosial berbasis komunitas.

Namun, seperti proyek kripto baru lainnya, BUTTER menghadapi berbagai risiko seperti volatilitas pasar, keamanan smart contract, eksekusi proyek, dan kepatuhan regulasi. Sebelum berpartisipasi, sangat disarankan untuk melakukan riset mandiri secara menyeluruh, menelaah whitepaper, aktivitas komunitas, laporan audit, dan memahami semua risiko yang terlibat. Ingat, ini bukan saran investasi—setiap keputusan investasi harus didasarkan pada penilaian dan toleransi risiko pribadi.

Untuk detail lebih lanjut, silakan lakukan riset mandiri.

Disclaimer: Penafsiran di atas merupakan pendapat pribadi penulis. Silakan verifikasi keakuratan semua informasi secara mandiri. Interpretasi ini tidak mewakili pandangan platform dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Untuk detail lebih lanjut tentang proyek ini, silakan lihat whitepapernya.

Bagaimana pendapat kamu tentang proyek Butter Token?

BagusBuruk
YaTidak