Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Whitepaper Poseidon Network

Poseidon Network: Platform CDN Terdesentralisasi yang Dibangun dari Sumber Daya Idle

Whitepaper Poseidon Network dirilis oleh tim inti Poseidon Network pada kuartal pertama 2019, bertujuan menjawab tantangan yang muncul dari pesatnya perkembangan Internet of Things (IoT) serta lonjakan kebutuhan edge computing dan bandwidth idle di era 5G, sekaligus menawarkan solusi baru yang mendisrupsi infrastruktur cloud tradisional.

Whitepaper Poseidon Network bertema “A Scalable Blockchain Edge Solution” (Solusi Edge Blockchain yang Dapat Diskalakan). Keunikan Poseidon Network terletak pada pembentukan infrastruktur P2P terdesentralisasi yang memanfaatkan bandwidth dan ruang penyimpanan idle global (seperti NAS, komputer, dan perangkat mobile) untuk mewujudkan fog computing, serta menggabungkan model ekonomi token QQQ sebagai insentif berbagi sumber daya, menyediakan layanan CDN terdesentralisasi, penyimpanan terdistribusi, dan distribusi konten; Poseidon Network bermakna memberikan solusi pengiriman dan penyimpanan konten yang lebih cepat, ekonomis, dan efisien bagi pengguna dan perusahaan dibanding layanan cloud tradisional, sekaligus meletakkan fondasi ekosistem berbagi sumber daya internet terdesentralisasi.

Tujuan awal Poseidon Network adalah membangun internet terdesentralisasi yang lebih terbuka dan efisien, mengatasi masalah layanan cloud terpusat. Inti whitepaper Poseidon Network adalah: dengan mengintegrasikan sumber daya idle perangkat IoT untuk fog computing dan menggunakan token QQQ sebagai insentif, dapat dibangun infrastruktur edge terdesentralisasi yang skalabel, efisien, dan berbiaya rendah, sehingga memungkinkan akselerasi konten dan penyimpanan data secara global.

Peneliti yang tertarik dapat mengakses whitepaper Poseidon Network asli. Tautan whitepaper Poseidon Network: http://ipfs.poseidon.network/ipfs/QmUzzcKXhturgVu8BgFhf7bmnf2ittC7d9T9bXwuX5NEXB

Ringkasan whitepaper Poseidon Network

Penulis: Lea Kruger
Terakhir diperbarui: 2025-11-14 10:30
Berikut ini adalah ringkasan dari whitepaper Poseidon Network, dijelaskan dengan bahasa yang sederhana agar kamu dapat dengan cepat memahami whitepaper Poseidon Network dan memperoleh pemahaman yang lebih jelas tentang Poseidon Network.

Apa itu Poseidon Network

Teman-teman, bayangkan saat kita berselancar di internet menonton video, melihat gambar, atau mengunduh file, semua konten itu bisa muncul dengan cepat di depan kita berkat sistem bernama "Content Delivery Network" (CDN) yang bekerja di belakang layar. CDN itu seperti jaringan kurir global, yang menyimpan konten populer di "titik kurir" terdekat denganmu, sehingga saat kamu meminta, konten langsung dikirim dengan kecepatan tinggi. Poseidon Network (singkatan proyek: QQQ) ingin menjadi versi terdesentralisasi dari jaringan kurir ini, sekaligus menggabungkan konsep Internet of Things (IoT).

Sederhananya, Poseidon Network adalah platform aplikasi hybrid berbasis teknologi blockchain yang memanfaatkan bandwidth dan ruang penyimpanan yang tidak terpakai di seluruh dunia—misalnya NAS (Network Attached Storage) di rumahmu, komputer, bahkan ruang kosong di ponsel—dan mengubahnya menjadi "titik kurir" dan "gudang" mini. Dengan cara ini, Poseidon Network menyediakan layanan distribusi konten terdesentralisasi (CDN), penyimpanan terdistribusi, dan transmisi konten terdistribusi.

Target pengguna Poseidon Network sangat luas, mulai dari perusahaan yang membutuhkan bandwidth dan penyimpanan besar seperti platform live streaming, situs edukasi online, media sosial, layanan update game, hingga masyarakat umum. Proses penggunaannya sederhana: jika kamu punya sumber daya jaringan yang tidak terpakai, kamu bisa menyumbangkannya dan mendapatkan token QQQ; jika kamu adalah perusahaan atau pengguna individu yang butuh distribusi atau penyimpanan konten yang lebih cepat dan murah, kamu bisa membayar QQQ untuk menggunakan layanan Poseidon Network.

Visi Proyek dan Nilai Utama

Visi Poseidon Network adalah "membangun internet yang lebih baik". Mereka ingin meningkatkan kecepatan dan efisiensi layanan internet dengan mendorong data dan aplikasi ke "tepi" jaringan, yaitu lebih dekat ke pengguna. Bayangkan, penyedia layanan cloud tradisional (seperti Amazon AWS atau Google Cloud) itu seperti gudang pusat super besar, semua permintaan harus pergi ke sana dulu lalu kembali, sehingga efisiensinya terbatas. Poseidon Network justru membangun ribuan "gudang depan" kecil di seluruh dunia, memanfaatkan perangkat IoT (seperti NAS) untuk "fog computing", sehingga pemrosesan data dan distribusi konten lebih dekat ke pengguna, menghasilkan respons yang lebih cepat dan biaya lebih rendah. Mereka bahkan mengklaim, dibandingkan layanan cloud CDN tradisional, Poseidon Network bisa lebih murah sepertiga, waktu muat pertama (TTFB) 10 kali lebih cepat, dan kecepatan unduh 2 kali lipat.

Masalah inti yang ingin mereka pecahkan adalah: bagaimana memanfaatkan sumber daya jaringan global yang tidak terpakai secara efisien, sekaligus memecahkan bottleneck biaya tinggi dan efisiensi rendah dari layanan CDN terpusat. Dengan teknologi blockchain dan insentif token, Poseidon Network mengintegrasikan sumber daya tersebar ini menjadi platform ekonomi berbagi, sehingga kontributor mendapat keuntungan dan pengguna menikmati layanan yang lebih baik. Nilai utama mereka adalah menekankan privasi, berbagi, dan inovasi, berkomitmen menyediakan layanan gratis untuk proyek open source dan nirlaba, serta terus mendorong kemajuan teknologi di bidang edge computing.

Karakteristik Teknologi

Inti teknologi Poseidon Network terletak pada arsitektur terdesentralisasi dan pemanfaatan perangkat IoT:

Jaringan Distribusi Konten Terdesentralisasi (QCDN)

QCDN adalah nama CDN terdesentralisasi generasi baru dari Poseidon Network. Terdiri dari "dispatcher trafik"—Qontroller—dan node terdesentralisasi di seluruh dunia—QEdge. Node QEdge bisa berupa NAS, komputer, atau ponsel sebagai perangkat IoT yang menyumbangkan sumber daya tidak terpakai, layaknya server lokal mini. Qontroller bertugas mengarahkan permintaan pengguna secara cerdas ke node QEdge terdekat dan tercepat, memastikan konten sampai dengan cepat.

Jaringan Penyimpanan Terdistribusi (DSN)

Selain distribusi konten, Poseidon Network juga menyediakan layanan penyimpanan terdistribusi. Mereka menggabungkan jaringan penyimpanan blockchain yang sudah ada, seperti IPFS (InterPlanetary File System) dan Filecoin, untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan penyimpanan.

Teknologi Blockchain

Token QQQ Poseidon Network berbasis token ERC-20 di Ethereum. Selain itu, mereka juga memanfaatkan jaringan Aelf untuk membuat beberapa mesin virtual (VM), dan bekerja sama dengan proyek seperti Nem, Harmony, Cybavo untuk mendapatkan saran teknis dan kolaborasi terbaik.

Mekanisme Konsensus: Proof of Delivering (PoD)

Berbeda dengan "proof of work" Bitcoin atau "proof of stake" Ethereum, Poseidon Network memperkenalkan mekanisme konsensus unik bernama Proof of Delivering (PoD). Mekanisme ini fokus pada "pengiriman" konten, bukan sekadar "penyimpanan". Pendapatan miner dan biaya pengguna ditentukan oleh PoD. Sederhananya, node (miner) mendapat reward dengan berhasil mengirimkan konten, dan pengiriman ini harus diverifikasi oleh node tetangga untuk memastikan kualitas dan keaslian layanan.

TEE (Trusted Execution Environment): Ini adalah teknologi keamanan tingkat hardware yang menyediakan lingkungan pemrosesan data yang terisolasi dan terlindungi. Poseidon Network juga memasukkan TEE sebagai skenario aplikasi masa depan untuk meningkatkan keamanan dan privasi jaringan.

Tokenomics

Ekosistem Poseidon Network berpusat pada token fungsional QQQ yang berperan sebagai inti di seluruh jaringan.

Informasi Dasar Token

  • Simbol Token: QQQ
  • Blockchain Penerbitan: Ethereum (standar ERC-20)
  • Total Pasokan Maksimal: 21.000.000.000 QQQ (21 miliar)
  • Pasokan Beredar Saat Ini: Sekitar 2,21 miliar QQQ
  • Mekanisme Inflasi/Pembakaran: Poseidon Network menggunakan model deflasi. Menurut whitepaper, proyek akan membakar token QQQ berdasarkan profit kuartalan hingga total pasokan berkurang menjadi 2.100.000.000 QQQ (2,1 miliar). Proses pembakaran dilakukan secara transparan dan dapat diverifikasi melalui blockchain explorer.

Fungsi Token

  • Pembayaran Layanan: Pengguna atau perusahaan yang ingin menggunakan layanan CDN, penyimpanan, dan komputasi dari Poseidon Network harus membayar dengan token QQQ.
  • Reward Kontribusi Sumber Daya: Siapa pun yang menyumbangkan bandwidth dan penyimpanan tidak terpakai (misal lewat NAS, komputer, atau ponsel) sebagai "miner" akan mendapat token QQQ sebagai reward.
  • Insentif Ekosistem: Token QQQ mendorong pengguna untuk memegang jangka panjang, di mana pemegang jangka panjang bisa mendapat reward lebih tinggi. Selain itu, proyek juga mengadakan program bounty komunitas (seperti beasiswa, R&D, relawan pengujian, dll) untuk mendorong partisipasi komunitas.

Distribusi dan Informasi Unlock Token

Miner mendapat reward QQQ setiap hari dengan berbagi sumber daya. Proporsi distribusi awal dan jadwal unlock detail tidak dijelaskan secara rinci dalam sumber yang ada, namun mekanisme deflasi dan reward berkelanjutan untuk miner adalah bagian penting dari model ekonomi tokennya.

Tim, Tata Kelola, dan Pendanaan

Anggota Inti

  • Lin Hongquan (Light Lin): CEO dan CTO. Ia adalah serial entrepreneur terkenal di Taiwan, pernah mendirikan platform sosial Wretch.cc (diakuisisi Yahoo), platform crowdfunding flyingV.cc, dan laboratorium blockchain BiiLabs.io.
  • Lin Hongzhe (Mike Lin): COO dan CMO. Ia juga serial entrepreneur, pernah mendirikan JavaWorld.tw dan Qinfra.
  • Tim juga terdiri dari VP pengembangan bisnis Kensi Chang, perencana strategi Joshua Dai, beberapa manajer produk dan software engineer, menunjukkan tim yang lengkap di pengembangan teknologi, manajemen produk, dan ekspansi pasar.

Karakteristik Tim

Tim Poseidon Network terdiri dari serial entrepreneur dan pakar teknologi berpengalaman di bidang internet, blockchain, dan IoT. Tim menekankan inovasi dan ekspansi global, berkomitmen membawa visi proyek ke pasar internasional.

Mekanisme Tata Kelola

Pada tahap awal, Poseidon Network akan membentuk Dewan Otonom Poseidon (Poseidon Autonomous Council) yang terdiri dari perusahaan, organisasi, kelompok riset, dan institusi akademik ternama untuk bersama-sama menentukan kode awal, parameter, dan standar proyek. Semua smart contract dan algoritma dapat di-upgrade, artinya dewan dapat terus menyempurnakan dan menyesuaikan aturan tata kelola sesuai perkembangan jaringan dan kebutuhan komunitas, layaknya "konstitusi" yang terus berevolusi. Selain itu, node pemegang token QAS diberi hak legislatif, mendorong node yang berkontribusi lebih banyak untuk ikut serta dalam tata kelola.

Kas dan Pendanaan

Whitepaper menyebutkan tujuan utama pendanaan proyek meliputi ekspansi pasar dan branding, pembangunan tim, pendirian supernode di kota-kota utama dunia, akuisisi dan investasi strategis, pengembangan teknologi edge computing dan blockchain, serta membangun sistem hukum perlindungan hak cipta internasional. Ini menunjukkan proyek memiliki rencana penggunaan dana yang jelas untuk mendukung pengembangan jangka panjang dan pembangunan ekosistem.

Roadmap

Roadmap Poseidon Network menunjukkan rencana dari tahap awal hingga pengembangan masa depan, terutama pada periode 2018 hingga 2020:

Node dan Peristiwa Penting Sejarah

  • Q2–Q3 2018: Tahap inisiasi proyek, didirikan oleh Light Lin dan Mike Lin. Pengembangan inti dimulai, termasuk dispatcher terpusat dan node edge terdistribusi, serta mendukung penyimpanan AWS S3 dan hard disk pengguna (seperti NAS).
  • Q3 2018: Mulai menyediakan layanan untuk perusahaan, termasuk streaming video, akselerasi update game, akselerasi loading gambar, dan streaming video live.
  • Q4 2018–Q1 2019: Merilis versi POSEIDON V1, mewujudkan Qontroller terdistribusi dan node edge terdistribusi, serta menambah dukungan untuk IPFS. Jaringan sudah memiliki 500 node, kapasitas bandwidth bulanan 15PB, total kapasitas penyimpanan 5PB.
  • Q1 2019: Sudah memiliki lebih dari 25 klien perusahaan stabil dan membangun supernode di lebih dari 30 negara.
  • Q2–Q3 2019: Merilis versi POSEIDON V2, mewujudkan Qontroller terdesentralisasi dan node edge terdistribusi. Skala jaringan meningkat menjadi 5.000 node, bandwidth bulanan 40PB, total penyimpanan 15PB.
  • Q4 2019–Q1 2020: Jaringan terus berkembang, mencapai 11.000 node, bandwidth bulanan 150PB, total penyimpanan 50PB.
  • Agustus 2020: Resmi bergabung dengan Blockchain Association Singapore (BAS).

Rencana dan Node Penting Masa Depan

Whitepaper memproyeksikan "5G Future Work", berencana membangun lapisan akselerasi konten open source, terdesentralisasi, dan terdistribusi yang didorong oleh insentif token QQQ. Dengan adopsi teknologi 5G, Poseidon Network ingin menjadi infrastruktur kunci untuk distribusi konten dan edge computing di era 5G.

Peringatan Risiko Umum

Setiap proyek blockchain pasti memiliki risiko, begitu juga Poseidon Network. Saat berpartisipasi atau mempelajari proyek ini, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Risiko Teknologi dan Keamanan

  • Kompleksitas jaringan terdesentralisasi: Meski terdesentralisasi punya banyak keunggulan, implementasi dan pemeliharaannya lebih rumit, bisa ada celah atau vektor serangan yang belum diketahui.
  • Perangkat IoT sebagai node: Bergantung pada banyak perangkat IoT pribadi (seperti NAS, ponsel) sebagai node jaringan, berpotensi menghadapi masalah stabilitas perangkat, kualitas koneksi jaringan yang beragam, dan risiko keamanan.
  • Risiko smart contract: Meski smart contract bisa di-upgrade, kode dasarnya bisa saja ada bug, dan jika sudah deploy, biaya modifikasi atau perbaikan cukup tinggi.

Risiko Ekonomi

  • Volatilitas harga token: Harga token QQQ dipengaruhi oleh permintaan pasar, perkembangan proyek, dan kondisi ekonomi makro, sehingga bisa sangat fluktuatif dan berisiko kerugian investasi.
  • Risiko persaingan: Raksasa CDN tradisional dan proyek CDN terdesentralisasi baru terus berkembang, persaingan pasar sangat ketat.
  • Efektivitas mekanisme insentif: Kesehatan jaringan bergantung pada partisipasi aktif kontributor (miner). Jika insentif QQQ kurang atau nilainya turun, bisa menurunkan motivasi kontribusi sumber daya.

Risiko Regulasi dan Operasional

  • Ketidakpastian regulasi: Regulasi blockchain dan kripto global terus berubah, kebijakan masa depan bisa berdampak pada operasional proyek dan nilai token.
  • Tantangan tata kelola: Tata kelola terdesentralisasi (seperti Dewan Otonom Poseidon) bisa menghadapi tantangan dalam efisiensi pengambilan keputusan dan pencapaian konsensus komunitas.
  • Penerimaan pasar: Konsep CDN dan penyimpanan terdesentralisasi masih relatif baru bagi pengguna dan perusahaan, sehingga butuh waktu dan sumber daya untuk edukasi dan promosi pasar.

Ingat, peringatan risiko di atas tidak sepenuhnya lengkap, setiap keputusan harus berdasarkan riset mandiri dan kemampuan menanggung risiko masing-masing.

Daftar Verifikasi

Jika kamu tertarik dengan Poseidon Network dan ingin tahu lebih lanjut, berikut beberapa sumber yang bisa kamu cek:

  • Alamat kontrak di blockchain explorer: Token QQQ berbasis ERC-20 Ethereum, alamat kontraknya adalah
    0x2822f6D1B2f41F93f33d937bc7d84A8Dfa4f4C21
    . Kamu bisa cek di Etherscan atau blockchain explorer Ethereum lain untuk melihat jumlah holder, riwayat transaksi, dan total pasokan token.
  • Aktivitas GitHub: Pantau repositori GitHub Poseidon Network, seperti
    poseidon-network/poseidon.network
    (kode terkait situs resmi) dan
    poseidon-network/qlauncher-linux
    (rilis terkait QLauncher), untuk melihat frekuensi update kode, progres pengembangan, dan kontribusi komunitas. GitHub yang aktif biasanya menandakan proyek terus dikembangkan.
  • Whitepaper resmi: Baca whitepaper resmi proyek untuk memahami visi, detail teknis, dan tokenomics secara mendalam.
  • Situs resmi dan media sosial: Kunjungi situs resmi Poseidon Network dan ikuti Twitter, Telegram, Discord, dan kanal media sosial lain untuk update pengumuman, diskusi komunitas, dan perkembangan proyek terbaru.

Ringkasan Proyek

Secara keseluruhan, Poseidon Network (QQQ) adalah proyek blockchain ambisius yang ingin merevolusi model distribusi konten dan penyimpanan data tradisional dengan cara terdesentralisasi. Dengan memanfaatkan perangkat IoT yang tidak terpakai di seluruh dunia, mereka membangun infrastruktur jaringan peer-to-peer (P2P) yang bertujuan menyediakan solusi transmisi dan penyimpanan konten yang lebih cepat dan ekonomis dibanding layanan cloud tradisional. Sorotan utamanya adalah mekanisme konsensus Proof of Delivering (PoD) yang inovatif, serta model ekonomi berbagi yang didorong oleh insentif token QQQ, sehingga kontributor dan pengguna sama-sama mendapat manfaat.

Tim proyek dipimpin oleh serial entrepreneur berpengalaman, memiliki roadmap teknologi dan model bisnis yang jelas, serta aktif memperluas kolaborasi global. Namun, sebagai proyek blockchain baru, Poseidon Network juga menghadapi tantangan implementasi teknologi, persaingan pasar, volatilitas nilai token, dan ketidakpastian regulasi.

Bagi teman-teman yang tidak punya latar belakang teknis, Poseidon Network bisa dipahami sebagai "jaringan kurir dan gudang pintar yang bisa diikuti semua orang"—kamu bisa menghasilkan uang dengan menyumbangkan sumber daya tidak terpakai, atau menikmati layanan yang lebih cepat dan murah. Mereka berusaha menggunakan teknologi blockchain untuk memecahkan masalah nyata di dunia internet: bagaimana memanfaatkan sumber daya jaringan global secara lebih efisien dan adil.

Perhatian: Penjelasan ini hanya analisis objektif dan edukasi tentang proyek Poseidon Network, bukan saran investasi. Pasar kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi, pastikan melakukan riset mandiri (DYOR - Do Your Own Research) dan pahami semua risiko sebelum mengambil keputusan.

Disclaimer: Penafsiran di atas merupakan pendapat pribadi penulis. Silakan verifikasi keakuratan semua informasi secara mandiri. Interpretasi ini tidak mewakili pandangan platform dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Untuk detail lebih lanjut tentang proyek ini, silakan lihat whitepapernya.

Bagaimana pendapat kamu tentang proyek Poseidon Network?

BagusBuruk
YaTidak