Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Whitepaper Sherlock Wallet

Sherlock Wallet: Dompet Pengembangan Simulasi & Debug Transaksi dApp

Whitepaper Sherlock Wallet ditulis dan dirilis oleh tim inti Sherlock sekitar tahun 2021, di tengah maraknya insiden bug smart contract DeFi, sebagai respons atas kebutuhan mendesak akan jaminan keamanan yang lebih kuat di sektor keuangan terdesentralisasi, demi melindungi aset pengguna dari risiko potensial.


Whitepaper Sherlock Wallet berfokus pada mekanisme audit keamanan smart contract terdesentralisasi dan jaminan proteksi. Keunikan Sherlock Wallet terletak pada penerapan kerangka audit keamanan terdesentralisasi yang digerakkan oleh jaringan auditor profesional, serta integrasi mekanisme insentif token SHER, untuk mewujudkan pemantauan berkelanjutan dan mitigasi risiko pada smart contract; Sherlock Wallet berperan sebagai lapisan proteksi krusial bagi ekosistem DeFi, bertujuan mendefinisikan standar baru audit keamanan terdesentralisasi dan secara signifikan mengurangi kerugian akibat bug protokol.


Tujuan utama Sherlock Wallet adalah membangun lingkungan keuangan terdesentralisasi yang lebih aman dan terpercaya. Whitepaper Sherlock Wallet menegaskan gagasan inti: dengan menggabungkan jaringan auditor profesional dan mekanisme insentif token SHER, tercipta keseimbangan antara keamanan smart contract dan dinamika ekosistem DeFi, sehingga manajemen risiko berkelanjutan dan perlindungan aset untuk protokol terdesentralisasi dapat terwujud.

Peneliti yang tertarik dapat mengakses whitepaper Sherlock Wallet asli. Tautan whitepaper Sherlock Wallet: https://sherlockwallet.com/wp-content/uploads/2021/11/White-Paper-1-1.pdf

Ringkasan whitepaper Sherlock Wallet

Penulis: Adrian Whitmore
Terakhir diperbarui: 2025-11-16 20:42
Berikut ini adalah ringkasan dari whitepaper Sherlock Wallet, dijelaskan dengan bahasa yang sederhana agar kamu dapat dengan cepat memahami whitepaper Sherlock Wallet dan memperoleh pemahaman yang lebih jelas tentang Sherlock Wallet.
Halo teman-teman! Hari ini, saya ingin membahas sebuah proyek blockchain yang sangat menarik, yaitu **Sherlock Wallet**, disingkat **SHER**. Tenang saja, saya tidak akan menggunakan istilah teknis yang sulit dipahami, melainkan akan menjelaskannya dengan bahasa yang sederhana dan analogi yang mudah dimengerti.

Apa itu Sherlock Wallet

Bayangkan kita hidup di dunia digital, di mana banyak transaksi dan perjanjian penting ditulis dalam "smart contract" khusus, yang mirip dengan dokumen hukum yang bisa berjalan otomatis. Di dunia blockchain, smart contract ini mengelola banyak aset digital, seperti mata uang kripto milikmu. Namun, jika kontrak ini memiliki celah, ibarat pintu brankas bank tidak terkunci, maka bisa berbahaya! Hacker bisa saja masuk dan mencuri uang semua orang.

Sherlock Wallet (yang sebenarnya adalah **Sherlock Protocol**, dengan token SHER) bukanlah aplikasi dompet untuk menyimpan uang seperti biasanya, melainkan sebuah platform yang khusus menyediakan "jaminan keamanan" dan "asuransi" untuk smart contract tersebut. Kamu bisa menganggapnya sebagai gabungan "perusahaan keamanan" dan "perusahaan asuransi" di dunia blockchain.

Pekerjaan utamanya adalah:

  • Detektif pencari celah: Seperti Sherlock Holmes, mereka mengorganisir para "detektif" terbaik (yaitu auditor keamanan, yang di Sherlock Protocol disebut "Watsons") untuk memeriksa kode smart contract secara teliti dan mencari potensi celah keamanan.
  • Perusahaan asuransi pemberi jaminan: Jika smart contract yang sudah diaudit ternyata tetap diserang hacker dan menyebabkan kerugian aset pengguna, Sherlock Protocol akan memberikan kompensasi, layaknya perusahaan asuransi.

Jadi, target utama penggunanya adalah para pengembang proyek yang ingin meluncurkan smart contract di blockchain (disebut "protocol owner"), para peserta yang ingin mendukung jaminan keamanan dengan menyediakan dana dan mendapatkan imbal hasil (disebut "staker"), serta para auditor profesional (Watsons).

Visi Proyek & Nilai Utama

Visi Sherlock Protocol sangat ambisius, yaitu ingin membuat dunia blockchain lebih aman, sehingga orang-orang bisa menggunakan aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) tanpa rasa khawatir berlebihan.

Masalah inti yang ingin mereka selesaikan adalah:

  • Biaya audit tinggi dan hasil tidak konsisten: Audit smart contract tradisional bisa sangat mahal, dan kualitasnya beragam. Kadang hanya beberapa orang yang mengaudit, sehingga ada kemungkinan celah terlewat.
  • Tidak ada jaminan pasca audit: Meski sudah diaudit, jika tetap terjadi serangan, pengguna biasanya tidak mendapat kompensasi.
  • Pengalaman pengguna rumit: Bagi pengguna awam, memahami keamanan smart contract sangatlah sulit.

Nilai utama Sherlock Protocol adalah menawarkan "audit hybrid" yang unik dan mekanisme "jaminan finansial".

  • Audit hybrid: Menggabungkan kedalaman audit tradisional dan cakupan audit crowdsourcing. Mereka menunjuk satu "senior Watsons" berpengalaman untuk audit mendalam, lalu mengadakan "audit competition" yang melibatkan ratusan peneliti keamanan independen dari seluruh dunia untuk mencari celah, sehingga peluang menemukan bug jauh lebih besar.
  • Jaminan finansial: Inilah keunggulan utamanya. Sherlock Protocol memberikan "coverage" untuk smart contract yang sudah diaudit. Jika terjadi celah kritis dan kerugian, Sherlock Protocol akan membayar kompensasi. Artinya, Sherlock juga "mempertaruhkan uang sungguhan", sehingga kepentingan keamanan mereka benar-benar selaras dengan protocol owner, dan kualitas audit lebih terjamin.

Dengan cara ini, Sherlock Protocol tidak hanya membantu protocol owner meminimalkan risiko sebelum peluncuran, tapi juga memberikan perlindungan setelah peluncuran, sehingga pengguna DeFi lebih percaya diri.

Karakteristik Teknologi

Sherlock Protocol dibangun di atas blockchain Ethereum.

Karakteristik teknologinya dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Digerakkan oleh smart contract: Seluruh operasional protokol diatur oleh serangkaian smart contract, termasuk deposit dana, distribusi reward, penanganan klaim, dan lain-lain.
  • Mekanisme kolaborasi multi-pihak: Dirancang dengan sistem yang mengkoordinasikan "protocol owner", "Watsons" (auditor), dan "staker". Watsons bertugas mengaudit, staker menyediakan dana sebagai pool kompensasi, protocol owner membayar biaya dan mendapat jaminan keamanan.
  • Sistem arbitrase klaim: Jika terjadi insiden keamanan dan perlu kompensasi, Sherlock Protocol memiliki "Claims Committee" untuk penilaian awal. Jika protocol owner tidak puas dengan hasilnya, klaim bisa diajukan ke sistem arbitrase pihak ketiga yang lebih terdesentralisasi (misal, bekerja sama dengan UMA Optimistic Oracle), demi memastikan keputusan yang adil.
  • Sherlock AI: Proyek ini juga menyebutkan Sherlock AI, yang mampu memberikan analisis setara auditor, membantu tim menemukan celah sejak dini.

Arsitektur teknologinya mirip sistem perusahaan asuransi yang kompleks, namun semua aturan dan prosesnya transparan di blockchain dan dijalankan otomatis oleh kode, sehingga minim intervensi manusia dan tidak ada ketidakjelasan.

Tokenomics

Token Sherlock Protocol adalah **SHER**.

  • Simbol token: SHER
  • Blockchain penerbit: Ethereum (token ERC-20)
  • Total supply: Berdasarkan beberapa sumber, total supply adalah 1.000.000.000.000 SHER (satu triliun). Namun ada juga sumber yang menyebut "tidak diketahui", yang mungkin berarti supply-nya dinamis atau belum sepenuhnya ditentukan.
  • Fungsi token: Token SHER berperan penting dalam ekosistem Sherlock Protocol:
    • Governance: SHER adalah token tata kelola protokol. Artinya, pemegang SHER di masa depan bisa ikut mengambil keputusan penting, seperti penyesuaian parameter protokol, pengajuan fitur baru, dan lain-lain.
    • Insentif: SHER digunakan untuk memberi insentif kepada peserta ekosistem. Misalnya, staker yang menyetorkan stablecoin (seperti USDC) untuk pool jaminan, selain mendapat premi dari protocol owner dan yield eksternal (misal dari Aave, Compound), juga mendapat SHER sebagai reward tambahan. Tim keamanan (Watsons) yang berprestasi dalam audit juga mendapat SHER sebagai imbalan.
    • Koordinasi Watsons: Dalam jangka panjang, SHER diharapkan berperan dalam mengatur distribusi Watsons dan parameter penting protokol.
  • Sirkulasi saat ini & masa depan: Saat ini, token SHER mungkin belum banyak diperdagangkan di bursa kripto utama, sehingga data sirkulasi dan harga bisa tidak lengkap atau sulit didapat. Ini juga berarti likuiditas pasarnya masih rendah.

Catatan penting: Tokenomics adalah bidang yang kompleks dan dinamis, informasi di atas adalah rangkuman dari sumber yang ada. Nilai token dipengaruhi banyak faktor, termasuk supply-demand pasar, perkembangan proyek, kondisi ekonomi makro, dan lain-lain, sehingga sangat fluktuatif. Ini bukan saran investasi.

Tim, Tata Kelola & Pendanaan

Tim

Tim inti Sherlock Protocol terdiri dari profesional berpengalaman:

  • Jack Sanford: Co-founder. Berpengalaman di bidang keamanan DeFi, pernah terlibat di beberapa tim top dan menjadi anggota komite keamanan, serta sering menjadi pembicara di konferensi industri.
  • Evert Kors: CTO sekaligus co-founder. Latar belakang ilmu komputer, pernah menjadi engineer keamanan di perusahaan sandbox malware, dan berpengalaman dalam pengembangan smart contract DeFi. Ia juga berperan penting dalam pengembangan Sherlock AI.

Anggota tim memiliki latar belakang kuat di AI, keamanan siber, dan pengembangan smart contract, yang sangat penting untuk membangun protokol keamanan yang kompleks.

Tata Kelola

Mekanisme tata kelola Sherlock Protocol sedang menuju desentralisasi secara bertahap:

  • Dompet multi-signature: Di tahap awal, upgrade protokol, penghentian, serta penambahan/penghapusan protocol yang dijamin diatur oleh "multi-signature wallet" yang dikendalikan tim inti Sherlock. Multi-signature wallet membutuhkan persetujuan mayoritas dari beberapa pihak berwenang, sehingga lebih aman daripada kontrol tunggal.
  • Transisi ke DAO: Seiring protokol berkembang, fungsi-fungsi ini akan dialihkan ke organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), sehingga pemegang token SHER akan memiliki hak suara lebih besar.
  • Komite klaim: Sherlock Protocol memiliki "Claims Committee" (Sherlock Protocol Claims Committee, SPCC), terdiri dari tim inti dan pakar keamanan ternama, yang bertugas memutuskan klaim awal. Jika protocol owner tidak setuju, bisa banding ke UMA Optimistic Oracle untuk keputusan akhir, yang lebih terdesentralisasi dan diputuskan lewat voting pemegang token.

Pendanaan

Sherlock Protocol didirikan pada 2021 dan telah mengumpulkan dana sebesar 5,5 juta USD melalui seed round. Investor termasuk IDEO CoLab dan Archetype. Ini menunjukkan proyek mendapat dukungan modal awal yang cukup.

Roadmap

Roadmap Sherlock Protocol berfokus pada optimalisasi dan ekspansi berkelanjutan di bidang utama—audit keamanan smart contract dan jaminan finansial.

  • Milestone penting historis:
    • 2021: Sherlock Protocol didirikan, protokol inti diluncurkan, mulai menyediakan layanan audit smart contract dan jaminan finansial.
    • Peluncuran audit hybrid: Menggabungkan audit mendalam oleh senior Watsons dan cakupan luas lewat kompetisi audit global.
    • Pengenalan mekanisme coverage finansial: Memberikan jaminan kompensasi untuk protokol yang sudah diaudit, sehingga kepentingan Sherlock Protocol selaras dengan keamanan protokol.
    • Kerja sama dengan UMA: Mengadopsi mekanisme arbitrase pihak ketiga untuk memastikan keputusan klaim yang adil.
  • Rencana penting ke depan:
    • Peningkatan produk audit berkelanjutan: Terus mengoptimalkan proses dan tools kompetisi audit, agar efisiensi dan akurasi deteksi bug semakin tinggi.
    • Menjadi "final audit checkpoint": Targetnya menjadi "ujian akhir" sebelum protokol diluncurkan ke mainnet, memastikan keamanan kode maksimal, dan memberikan coverage berkelanjutan setelah peluncuran.
    • Eksplorasi produk terkait: Berencana meluncurkan produk atau fitur lain yang relevan dengan layanan keamanan, untuk memperkuat ekosistem keamanan Web3.
    • Pendalaman tata kelola desentralisasi: Secara bertahap menyerahkan lebih banyak hak tata kelola kepada DAO yang terdiri dari pemegang token SHER.
    • Pengembangan Sherlock AI lebih lanjut: Terus mengembangkan dan mengintegrasikan teknologi AI untuk analisis bug yang lebih efisien dan cerdas.

Secara keseluruhan, roadmap Sherlock Protocol berpusat pada "peningkatan berkelanjutan tingkat keamanan Web3", dengan inovasi dan iterasi di layanan audit dan jaminan.

Peringatan Risiko Umum

Setiap proyek blockchain pasti memiliki risiko, Sherlock Protocol pun demikian. Saat mempelajari proyek ini, kita harus tetap objektif dan hati-hati. Berikut beberapa risiko umum:

  • Risiko teknologi & keamanan:
    • Celah smart contract: Meski Sherlock Protocol bertujuan menemukan bug, smart contract miliknya sendiri bisa saja memiliki celah yang belum diketahui. Jika diserang, bisa mengganggu operasional dan keamanan dana protokol.
    • Keterbatasan audit: Audit terbaik sekalipun tidak bisa menjamin 100% semua bug ditemukan. Sistem smart contract yang kompleks bisa memiliki risiko interaksi yang sulit diprediksi.
    • Risiko oracle: Dalam proses klaim, jika bergantung pada data eksternal (seperti UMA Optimistic Oracle), akurasi dan ketahanan oracle terhadap serangan sangat penting.
  • Risiko ekonomi:
    • Jaminan tidak sepenuhnya collateralized: Coverage smart contract Sherlock Protocol tidak sepenuhnya collateralized, artinya dana di pool staker bisa lebih kecil dari total coverage yang dijanjikan. Jika terjadi serangan besar dan klaim melebihi pool, staker bisa mengalami kerugian dana.
    • Risiko slashing dana staker: Staker yang ingin mendapat yield harus mengunci dana dan menanggung risiko. Jika protokol yang dijamin mengalami bug besar, sebagian dana staker bisa "di-slash" untuk kompensasi.
    • Fluktuasi harga token: SHER sebagai token governance dan insentif, harganya dipengaruhi supply-demand, perkembangan proyek, sentimen pasar kripto, dan lain-lain, sehingga sangat fluktuatif.
    • Ketidakpastian yield: Yield yang didapat staker (APY) terdiri dari beberapa komponen, seperti premi protokol dan yield eksternal, yang sifatnya variabel dan bisa saja tidak sesuai ekspektasi.
  • Risiko regulasi & operasional:
    • Ketidakpastian regulasi: Regulasi kripto dan DeFi di seluruh dunia masih berkembang, perubahan kebijakan di masa depan bisa mempengaruhi operasional Sherlock Protocol.
    • Risiko sentralisasi tata kelola: Sebelum tata kelola sepenuhnya desentralisasi, tim inti masih memegang kontrol lewat multi-signature wallet, sehingga ada risiko sentralisasi.
    • Risiko persaingan: Bidang keamanan smart contract sangat kompetitif, Sherlock Protocol harus terus berinovasi agar tetap unggul.

Peringatan penting: Risiko di atas tidak sepenuhnya lengkap, dan investasi kripto sangat berisiko tinggi. Sebelum mengambil keputusan, lakukan riset mandiri (DYOR) dan evaluasi risiko sesuai kemampuanmu.

Checklist Verifikasi

Sebagai peneliti blockchain yang teliti, saat menilai proyek apapun, kita harus memverifikasi beberapa informasi kunci. Berikut beberapa tautan dan indikator yang bisa kamu cek:

  • Alamat kontrak di block explorer: Cari alamat kontrak token SHER di Ethereum, serta alamat smart contract inti Sherlock Protocol. Lewat block explorer (seperti Etherscan), kamu bisa melihat total supply, distribusi pemegang, riwayat transaksi, dan interaksi kontrak protokol.
    • Alamat kontrak token SHER (silakan cari info terbaru di Etherscan, misal: 0xbcbf...4e39d8e pernah disebut sebagai alamat kontrak SLOCK, tapi alamat SHER perlu konfirmasi lebih lanjut, atau cek langsung di situs resmi Sherlock Protocol).
  • Aktivitas GitHub: Lihat repositori GitHub Sherlock Protocol, cek frekuensi update kode, riwayat commit, penyelesaian isu, dan kontribusi komunitas. GitHub yang aktif menandakan proyek terus dikembangkan dan dipelihara.
  • Situs resmi & dokumentasi: Baca dengan seksama situs resmi dan dokumentasi teknis proyek (biasanya disebut Docs), ini sumber informasi paling lengkap dan otoritatif.
  • Aktivitas komunitas: Pantau aktivitas proyek di Twitter, Discord, Medium, dan platform komunitas lain, cek diskusi, interaksi tim dengan komunitas, dan tingkat antusiasme.
  • Laporan audit: Pastikan Sherlock Protocol sendiri sudah diaudit oleh pihak ketiga, ini sangat penting untuk proyek keamanan.

Ringkasan Proyek

Sherlock Protocol (SHER) adalah proyek inovatif di bidang keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang berfokus pada peningkatan keamanan smart contract. Dengan menggabungkan "audit hybrid" dan "jaminan finansial" yang unik, mereka menawarkan solusi keamanan all-in-one untuk protokol DeFi.

Kamu bisa menganggapnya sebagai "detektif Sherlock Holmes" plus "perusahaan asuransi" di dunia DeFi. Mereka mengorganisir "detektif" terbaik (Watsons) untuk mencari bug di smart contract, dan memberikan "asuransi" untuk protokol yang sudah diaudit, sehingga jika terjadi insiden keamanan, bisa ada kompensasi.

Token SHER berfungsi sebagai alat tata kelola dan insentif, untuk mengkoordinasikan semua peserta ekosistem dan secara bertahap mewujudkan tata kelola desentralisasi.

Kehadiran Sherlock Protocol jelas membawa ide dan solusi baru bagi ekosistem keamanan DeFi, dengan mencoba membangun lingkungan blockchain yang lebih terpercaya lewat insentif ekonomi dan kolaborasi multi-pihak. Namun, seperti teknologi baru lainnya, ada risiko teknis, ekonomi, dan operasional, misalnya risiko slashing dana staker, coverage yang tidak sepenuhnya collateralized, serta fluktuasi harga token.

Singkatnya, Sherlock Protocol adalah proyek yang layak diperhatikan, karena telah melakukan eksplorasi penting untuk mengatasi masalah keamanan DeFi. Tapi ingat, dunia blockchain penuh peluang sekaligus risiko. Penjelasan saya hari ini hanya pengenalan awal, semoga bisa membantumu memahami Sherlock Protocol secara sederhana. Jika kamu tertarik dengan proyek ini, pastikan untuk melakukan riset lebih mendalam (Do Your Own Research, DYOR), baca dokumentasi resmi dan info terbaru, serta evaluasi semua risiko dengan hati-hati. Ini bukan saran investasi.

Disclaimer: Penafsiran di atas merupakan pendapat pribadi penulis. Silakan verifikasi keakuratan semua informasi secara mandiri. Interpretasi ini tidak mewakili pandangan platform dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Untuk detail lebih lanjut tentang proyek ini, silakan lihat whitepapernya.

Bagaimana pendapat kamu tentang proyek Sherlock Wallet?

BagusBuruk
YaTidak