Berita
Tetap terinformasi dengan tren kripto terbaru melalui liputan mendalam dari para ahli kami.


Wendy's akan menutup hingga 6% lokasi di AS pada paruh pertama tahun 2026
101 finance·2026/02/17 19:58
Anthropic Punya Model Baru Lagi—Saham Perangkat Lunak Akan Membencinya
Finviz·2026/02/17 19:58

Saat Microsoft Mengejar 'Kemandirian Sepenuhnya,' Apakah Berinvestasi di Saham MSFT Merupakan Langkah Bijak?
101 finance·2026/02/17 19:57
Institusi Memimpin Pergeseran Bersejarah dalam Kepemilikan Bitcoin pada 2025
Cointurk·2026/02/17 19:53

Trader menunjuk tiga target harga untuk Bitcoin jika $70K tetap menjadi resistance
Cointelegraph·2026/02/17 19:50
Jangan Tertipu Sinyal Beli Palsu! Temukan Cara Mengidentifikasi Titik Masuk Perdagangan yang Lebih Baik
101 finance·2026/02/17 19:49
Harga Minyak Mentah Turun di Tengah Prospek Kesepakatan Nuklir AS-Iran
101 finance·2026/02/17 19:49


Saham VeriSign: Apakah Wall Street Memiliki Pandangan Positif atau Negatif?
101 finance·2026/02/17 19:48
Kilat
13:53
Harga minyak turun karena pasar khawatir upaya pembukaan kembali selat akan membawa dampak negatifGolden Ten Data, 16 Maret – Harga minyak turun lebih dari 4% pada hari Senin, menembus level $100 per barel. Tindakan aliansi yang dibentuk oleh Amerika Serikat untuk merespons penutupan Selat Hormuz oleh Iran sedang menekan harga minyak. Namun, para trader kini juga bersiap menghadapi kemungkinan konflik jangka panjang, yang dapat semakin mempengaruhi harga minyak. "Para trader semakin menganggap durasi konflik sebagai sesuatu yang tidak pasti, dan ekspektasi atas lamanya konflik ini memberikan dorongan naik bagi volatilitas harga minyak," kata analis XS.com, Samer Hasan, dalam sebuah laporan.
13:52
Bitget telah meluncurkan kontrak perpetual CFG denominasi USDT, dengan leverage antara 1-20 kaliForesight News melaporkan bahwa Bitget telah meluncurkan kontrak perpetual CFG berbasis USDT, dengan rentang leverage 1-20 kali. Perdagangan kontrak BOT akan dibuka secara bersamaan.
13:50
Kebakaran di Timur Tengah memicu inflasi di Afrika, lonjakan harga emas menjadi "penyelamat" bagi Ghana⑴ Efek limpahan dari konflik geopolitik di Timur Tengah sedang mengguncang ekonomi Afrika. Gubernur Bank Sentral Ghana, John Asiamah, pada hari Senin memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak yang dipicu oleh aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran dan pengetatan kondisi keuangan global, telah menimbulkan ancaman baru terhadap prospek inflasi negara tersebut.⑵ Sejak inflasi mulai melambat dengan kecepatan rekor pada Juli 2025, Bank Sentral Ghana telah berada dalam siklus penurunan suku bunga. Namun, rapat Komite Kebijakan Moneter yang diadakan pada hari Senin telah menimbulkan ketidakpastian terhadap keputusan suku bunga terbaru yang akan diumumkan pada hari Rabu (18 Maret). Asiamah secara tegas menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah dapat merusak momentum positif ekonomi negara dalam waktu dekat.⑶ Sebagai produsen emas terbesar di Afrika, Ghana juga memiliki strategi lindung nilai dalam krisis ini. Asiamah menambahkan bahwa kenaikan harga emas global dapat menahan dampak lonjakan harga minyak. Selama setahun terakhir, Ghana sangat bergantung pada emas untuk menstabilkan ekonominya, dan hasilnya sangat signifikan.⑷ Data menunjukkan bahwa pendapatan ekspor emas melonjak dari 10.3 billions dolar AS pada 2024 menjadi hampir 20 billions dolar AS pada 2025, hampir dua kali lipat, dan pendapatan besar ini secara signifikan mendorong perbaikan tajam pada neraca berjalan negara tersebut. Keputusan suku bunga pada hari Rabu akan sangat diperhatikan pasar, terutama bagaimana bank sentral menyeimbangkan antara memerangi inflasi dan memanfaatkan keuntungan dari emas.
Berita trending
LainnyaKonflik AS-Iran sulit untuk mengubah siklus penurunan suku bunga The Fed, banding dari Departemen Kehakiman bisa membuat Powell tetap menjabat, hambatan pada petro-dollar memperparah risiko likuiditas---0316 Laporan Makro Dehidrasi
Kebakaran di Timur Tengah memicu inflasi di Afrika, lonjakan harga emas menjadi "penyelamat" bagi Ghana
Berita