Berita
Tetap terinformasi dengan tren kripto terbaru melalui liputan mendalam dari para ahli kami.


Harga Emas Dunia Melompat 1,2% Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS
Liputan6·2026/02/12 01:18

Harga Pangan Hari Ini 12 Februari 2026: Bawang Merah Tembus Rp 44.000 per Kg
Liputan6·2026/02/12 01:18

Harga Minyak Terbang Terseret Ketegangan di Timur Tengah
Liputan6·2026/02/12 01:15

Top 3: Harga Emas Tiba-Tiba Amblas
Liputan6·2026/02/12 00:24

Pertamina: 429 Koperasi Merah Putih Sudah Beroperasi sebagai Outlet LPG 3 Kg
Liputan6·2026/02/11 14:09

PEP Prabumulih Field Tambah Produksi Migas Sumur PBM-025 Lewat 'well service'
Liputan6·2026/02/11 13:54

Bongkar Mafia Ekspor CPO: Dirjen Pajak Sebut Skandal Under Invoicing Seret Banyak Instansi
Liputan6·2026/02/11 13:54

Strategi Pertamina Jaga Pasokan Energi di Sumatera Pasca Bencana
Liputan6·2026/02/11 13:54

8 Ladang Migas Perkuat Ketahanan Energi RI Tahun Ini, Tambah Produksi 46.413 Barel Per Hari
Liputan6·2026/02/11 12:54

Pertamina Rampingkan 15 Anak Usaha
Liputan6·2026/02/11 12:54
Kilat
20:28
Franklin Street Properties Corp (FSP) baru-baru ini mengungkapkan bahwa perusahaan sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap berbagai alternatif strategis.Solusi-solusi tersebut mencakup berbagai kemungkinan, termasuk namun tidak terbatas pada penjualan keseluruhan perusahaan, mencari peluang merger dan akuisisi, pelepasan sebagian aset, menjajaki kerja sama usaha patungan, serta transaksi terkait optimalisasi struktur modal. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan trust investasi properti tersebut sedang secara aktif meninjau berbagai jalur yang berpotensi meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan mengoptimalkan struktur bisnisnya. Manajemen perusahaan menekankan bahwa saat ini masih berada pada tahap evaluasi dan belum membuat keputusan final terkait transaksi tertentu. Proses evaluasi akan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kondisi pasar, status keuangan perusahaan, dan strategi pengembangan jangka panjang. Menurut analisis para pelaku industri, langkah FSP ini mungkin mencerminkan keinginannya untuk melakukan transformasi bisnis atau memaksimalkan nilai dalam situasi pasar properti komersial saat ini. Perusahaan menyatakan akan memperbarui informasi terkait kepada pasar sesuai dengan perkembangan evaluasi.
20:28
Perusahaan akuisisi tujuan khusus ESH Acquisition Corp baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka telah secara resmi menerima pemberitahuan ketidakpatuhan dari Bursa Efek Nasdaq.Pemberitahuan tersebut menyatakan bahwa perusahaan saat ini gagal memenuhi persyaratan standar pencatatan berkelanjutan. Untuk menanggapi situasi ini, dewan direksi perusahaan memutuskan untuk memulai proses penebusan saham publik, di mana saham biasa yang diterbitkan secara publik akan ditebus dengan uang tunai sesuai dengan anggaran dasar. Setelah penebusan saham selesai, ESH Acquisition Corp akan memasuki tahap pembubaran sukarela dan likuidasi, serta berencana untuk mengajukan dokumen permohonan pembubaran kepada otoritas pengawas terkait. Tindakan ini menandai bahwa platform SPAC tersebut secara resmi memasuki proses penghentian operasional setelah gagal mencapai target akuisisi. Perusahaan menyatakan akan menangani proses likuidasi lanjutan dan kompensasi investor sesuai dengan peraturan sekuritas yang berlaku.
20:23
Pendapatan SAP Jerman pada kuartal pertama berdasarkan non-IFRS sebesar 9,56 miliar euro, analis memperkirakan 9,53 miliar euro.Pendapatan cloud/software non-IFRS pada kuartal pertama sebesar 8,55 miliar euro, analis memperkirakan 8,47 miliar euro. Pendapatan cloud non-IFRS pada kuartal pertama sebesar 5,96 miliar euro, analis memperkirakan 5,9 miliar euro. Diperkirakan pendapatan cloud pada 2026 (tidak termasuk faktor nilai tukar) akan mencapai 25,8-26,2 miliar euro. Diperkirakan pendapatan cloud/software pada 2026 (tidak termasuk faktor nilai tukar) akan mencapai 36,3-36,8 miliar euro. Saham perusahaan tertentu di bursa AS naik 11% setelah jam perdagangan.