Berita
Tetap terinformasi dengan tren kripto terbaru melalui liputan mendalam dari para ahli kami.

Rupiah Tertekan, Bank Indonesia Siap All Out Jaga Stabilitas Nilai Tukar
Liputan6·2026/04/15 08:30
Bank Raya Sabet Penghargaan IDIA 2026 Berkat Inovasi Produk Perbankan Digital
Liputan6·2026/04/15 07:36
IFG Life Bayar Klaim Eks Jiwasraya Rp 7,5 Triliun, Ini Rinciannya
Liputan6·2026/04/15 06:12
Rupiah Menguat terhadap Dolar AS Hari Ini 15 April 2026, Apa Pemicunya?
Liputan6·2026/04/15 06:12
IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 5% pada 2026
Liputan6·2026/04/15 05:09
Importir-Distributor Kedelai Tak Patuh Harga Acuan Siap-Siap Kena Sanksi Ini
Liputan6·2026/04/15 05:09
Harga Perak Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Rp 2.150
Liputan6·2026/04/15 05:09
Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Sejumlah Negara, Berapa Produksinya?
Liputan6·2026/04/15 04:21
Harga Patokan Ekspor Emas dan Tembaga Turun, Periode Kedua April 2026 Jadi Segini
Liputan6·2026/04/15 04:15
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 April 2026, Termurah Dipatok Segini
Liputan6·2026/04/15 04:15
Kilat
16:44
Kapal tanker minyak Pakistan mencoba meninggalkan Selat Hormuz selama gangguan lalu lintas di TelukMenurut data dari Golden Ten Data pada 1 Mei, sebuah kapal tanker minyak Pakistan yang membawa kargo solar dari Kuwait tampaknya sedang keluar melalui Selat Hormuz, sesuatu yang jarang terjadi di jalur perairan yang sedang diblokir ini. Data menunjukkan bahwa kapal tanker "Khairpur" mulai berlayar pada Kamis pagi melalui jalur utara yang telah disetujui Teheran, melewati perairan di dekat Pulau Qeshm dan Pulau Larak. Sebelumnya, kapal tersebut telah mencoba beberapa kali untuk melewati rute ini namun selalu gagal. Saat ini, kapal tersebut mulai berbelok ke arah selatan menuju pintu keluar akhir dari jalur pelayaran. Tujuan yang diumumkan kapal ini adalah Karachi dan diperkirakan akan tiba pada 4 Mei.
16:41
Dalam konferensi telepon terbaru, ConocoPhillips menunjukkan bahwa negara-negara yang sangat bergantung pada impor energi kemungkinan akan secara bertahap menghadapi situasi kekurangan pasokan energi utama yang serius antara bulan Juni hingga Juli tahun ini.Analisis ini didasarkan pada tinjauan komprehensif tentang kondisi penawaran dan permintaan di pasar energi global saat ini serta faktor geopolitik. Dengan puncak konsumsi energi musim panas di belahan bumi utara yang akan datang, rantai pasokan energi di negara-negara tersebut yang sudah rapuh akan menghadapi tekanan lebih besar. ConocoPhillips menekankan bahwa risiko keamanan energi terus meningkat dan negara-negara terkait perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.
16:40
Imbal hasil obligasi Jerman bertenor dua tahun turun 10 basis poin pada hari keputusan European Central Bank.Imbal hasil obligasi Jerman tenor dua tahun turun 10 basis poin pada hari ketika ECB mengumumkan mempertahankan suku bunga, menjadi 2,643%, secara keseluruhan terus menurun, selama April naik 2,2 basis poin, turun ke 2,4% pada 17 April, kemudian terus rebound, dan pada beberapa jam sebelum ECB kembali mempertahankan kebijakan suku bunga setelah The Fed mengumumkan tidak mengubah suku bunga, naik ke 2,773%. Imbal hasil obligasi Jerman tenor 30 tahun turun 4,4 basis poin menjadi 3,545%, selama April naik 8,8 basis poin, sebagian besar bulan bergerak stabil di sekitar 3,55%. Selisih imbal hasil obligasi Jerman tenor 2 tahun dan 10 tahun naik 2,752 basis poin menjadi +39,103 basis poin, selama April naik 0,614 basis poin.
Berita trending
LainnyaDalam konferensi telepon terbaru, ConocoPhillips menunjukkan bahwa negara-negara yang sangat bergantung pada impor energi kemungkinan akan secara bertahap menghadapi situasi kekurangan pasokan energi utama yang serius antara bulan Juni hingga Juli tahun ini.
Imbal hasil obligasi Jerman bertenor dua tahun turun 10 basis poin pada hari keputusan European Central Bank.