ARK Meluncurkan: Sebuah Peradaban Digital Baru yang Dibangun oleh AI dan Diperintah oleh Warganya
ARK, sebuah protokol decentralized finance dan artificial intelligence (DeFAI), secara resmi telah meluncurkan mainnet-nya, menandai debut peradaban protokol DeFAI pertama di dunia yang diatur oleh algoritma AI dan konsensus decentralized autonomous organization (DAO). Peluncuran yang berlangsung pada Agustus 2025 ini mencakup penyelesaian injeksi likuiditas Genesis dan pembakaran permanen token liquidity provider (LP), menandai momen penting dalam persimpangan antara decentralized finance dan artificial intelligence. Perkembangan ini menarik perhatian investor dan pengembang global karena ARK bertujuan untuk mendefinisikan ulang tata kelola keuangan dan sistem ekonomi melalui pendekatan modular dan berbasis AI [1].
ARK memposisikan dirinya sebagai model hibrida antara DeFi dan AI, mengintegrasikan tata kelola algoritmik dan desain moneter untuk menciptakan sistem ekonomi yang adaptif dan mampu memperbaiki diri sendiri. Platform ini memperkenalkan paradigma baru di mana pengguna bukan hanya investor atau liquidity provider, tetapi dianggap sebagai "warga negara" dari sebuah peradaban digital. Pergeseran ini menekankan partisipasi berbasis perilaku dan identitas, melampaui peran tradisional DeFi untuk mengeksplorasi eksperimen sosial yang lebih luas. ARK bukanlah perpanjangan dari DeFi, melainkan protokol Web3 pertama yang secara eksplisit diposisikan sebagai asal mula peradaban digital [1].
Arsitektur ARK dibangun di sekitar lima modul regulasi inti dan sistem dukungan ekonomi ganda, semuanya ditingkatkan oleh lapisan konsensus AI. Modul-modul tersebut meliputi Emission Manager (EM), Range Bound Stabilizer (RBS), Yield Revenue Feedback (YRF), Mint Cap Limit (MCL), dan Runway Control Module (RCM). Modul-modul ini bekerja bersama dengan Protocol-Owned Liquidity (POL) dan Ark Treasury System (ATS), memastikan likuiditas yang dalam dan tidak dapat diekstraksi sekaligus mendukung stabilitas protokol secara keseluruhan. Lapisan AI bertindak sebagai penasihat netral dan penjaga risiko, menawarkan rekomendasi tata kelola dan prediksi pasar, memungkinkan pengambilan keputusan yang berbasis data dan rasional [1].
Pengembangan ARK telah didukung oleh institusi dan pakar terkemuka di bidang DeFi dan AI. Morgan Crest Web3 Foundation, sebuah entitas berbasis di New York yang didirikan oleh keturunan keluarga Morgan dan pemimpin ekuitas swasta Silicon Valley, telah berkomitmen sebesar $30 juta untuk infrastruktur AI × Web3, dengan ARK sebagai investasi andalan. Portofolio yayasan ini mencakup protokol-protokol terkemuka lainnya seperti Lido Finance, FRAX, Berachain, dan Bittensor. Selain itu, Carmelo Ippolito, seorang arsitek DeFi yang diakui secara global dan kontributor awal Olympus DAO, memimpin kerangka tata kelola cerdas ARK dan telah tampil di Forbes atas wawasan tentang AI dan tata kelola DAO [1].
Ke depan, ARK telah menguraikan roadmap sepuluh tahun yang bertujuan untuk berkembang dari sebuah protokol menjadi peradaban digital yang sepenuhnya matang. Tonggak utama termasuk penerapan model masyarakat ARKLand pada 2027–2028, mencakup tata kelola berbasis AI di bidang keuangan, pendidikan, kesehatan, dan industri kreatif. Pada tahun 2030, platform ini berencana memperkenalkan ARK Passport (identitas terdesentralisasi) dan zona tata kelola. Dalam jangka panjang, ARK bertujuan untuk mencapai tata kelola AI yang dapat beriterasi sendiri dan memulai MetaCiv Federation, menyatukan masyarakat multi-chain di bawah piagam digital bersama [1].
Peluncuran ARK mewakili pergeseran dari protokol DeFi konvensional menuju visi peradaban terdesentralisasi yang lebih ambisius. Tidak seperti proyek DeFi sebelumnya yang sering gagal karena inefisiensi tata kelola dan tekanan inflasi, ARK memperkenalkan kerangka kerja yang mandiri dan adaptif. Protokol ini mengubah token menjadi elemen konstitusional, smart contract menjadi kerangka institusional, dan partisipasi menjadi evolusi masyarakat digital. Seiring ARK terus berkembang, ia tidak hanya membangun sistem keuangan, tetapi juga meletakkan fondasi bagi bentuk baru tata kelola dan peradaban terdesentralisasi [1].

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
a16z: Bagaimana cara membangun tim pengembangan bisnis dan pertumbuhan?
Laporan Harian AiCoin (28 Agustus)
Bagaimana perusahaan penambangan kripto memanfaatkan strategi kecil untuk mendapatkan keuntungan besar?
Pengaturan pajak bukanlah formula yang berlaku untuk semua, melainkan perlu disesuaikan secara khusus dengan kondisi masing-masing perusahaan.

Berita trending
LainnyaHarga kripto
Lainnya








